logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mumbulsari

Honor Cair Jelang Lebaran, Puluhan Guru Ngaji di Mumbulsari Apresiasi Langkah Cepat Bupati Jember

  • 10 Maret 2026
  • Dibaca 228 Kali
Bagikan Via:
honor-cair-jelang-lebaran-puluhan-guru-ngaji-di-mumbulsari-apresiasi-langkah-cepat-bupati-jember-20260311

Honor Cair Jelang Lebaran, Puluhan Guru Ngaji di Mumbulsari Apresiasi Langkah Cepat Bupati Jember

JEMBER, 10 MARET 2026 - Langkah cepat Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam mencairkan honorarium mendapat sambutan antusias dari para penerima.

Sebanyak 81 guru ngaji memenuhi Balai Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, untuk mengikuti penyaluran honorarium bagi guru ngaji Muslim, guru kitab suci non-Muslim, serta Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N), Selasa 10 Maret 2026.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Gus Fawait, sapaan akrab Muhammad Fawait, untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji. Ia juga menegaskan tidak ingin terjadi keterlambatan pencairan honorarium menjelang Idulfitri.

Hal tersebut sebelumnya disampaikan dalam siaran langsung melalui media sosial pada Jumat sore, 6 Maret 2026.

“Saya tidak ingin ada keterlambatan hak bagi para tokoh agama di Kabupaten Jember,” tegasnya dalam siaran tersebut.

Penyaluran honorarium berlangsung serentak mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Berdasarkan jadwal penyerahan, kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis guna memudahkan akses para penerima di desa maupun kelurahan.

Di Balai Desa Karang Kedawung, proses penyaluran berlangsung tertib dan kondusif.

Salah seorang guru ngaji di pelosok Desa Karang Kedawung, Abdullah, mengaku bersyukur atas pencairan honorarium tersebut. Ia menceritakan dinamika kehidupan sebagai guru ngaji selama bulan Ramadan.

“Menurut saya ini sangat Alhamdulillah. Di bulan puasa seperti sekarang, jujur saja saya harus mengurangi pekerjaan berat di luar,” ujar Abdullah di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa selama Ramadan tenaga para guru ngaji banyak tercurah untuk melayani umat.

“Malam hari kami punya tugas besar, mulai dari salat Tarawih berjamaah, memimpin tadarus, hingga menyiapkan materi mengaji setelah subuh. Alhamdulillah honorarium ini cair di tengah bulan puasa,” tambahnya.

Menurut Abdullah, bantuan tersebut juga membantu kebutuhan operasional musala tempat ia mengajar. Selama Ramadan, musala di Karang Kedawung menjadi pusat aktivitas ibadah warga sehingga biaya operasional meningkat.

“Insentif ini sangat membantu, terutama untuk kebutuhan musala, seperti listrik dan air untuk wudu jamaah. Dengan program ini, saya sebagai guru ngaji merasa lebih sejahtera,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Jember atas perhatian kepada para guru ngaji. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas insentif ini. Ini sangat mendukung kami,” ujarnya.

Keputusan mencairkan honorarium sebelum cuti bersama Hari Raya Idulfitri dan Nyepi juga mendapat apresiasi dari Abdullah. Ia menilai program tersebut mencerminkan semangat toleransi karena mencakup guru kitab suci dari berbagai agama.

“Salut sekali, terutama karena program ini juga diberikan kepada guru kitab suci non-Muslim. Teman-teman dari agama lain juga bisa merasakan kesejahteraan bersama,” katanya.

Abdullah berharap program tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Harapannya ke depan mudah-mudahan program ini terus berjalan seperti sekarang. Jangan sampai berhenti, karena kami sebagai masyarakat merasa sangat diperhatikan,” pungkasnya. (nov)

Galeri Foto