Rp312 Miliar Mengalir ke Pertanian Jember, Fondasi Ketahanan Pangan Kian Diperkuat
- 07 Juni 2026
- Dibaca 52 Kali
Bagikan Via:
Rp312 Miliar Mengalir ke Pertanian Jember, Fondasi Ketahanan Pangan Kian Diperkuat
JEMBER, 07 JUNI 2026 — Ketika banyak daerah masih menghadapi tantangan dalam menjaga produktivitas sektor pertanian, Kabupaten Jember justru menunjukkan arah yang berbeda. Dalam dua tahun terakhir, dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus menguat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat alokasi program dan bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan petani di lapangan.
Komitmen tersebut terlihat dari total dukungan program pertanian yang mencapai sekitar Rp312 miliar selama tahun 2025 hingga 2026. Angka tersebut mencakup berbagai program strategis yang dijalankan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Jember dan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa perhatian terhadap sektor pertanian saat ini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan alat dan sarana produksi, tetapi juga penguatan infrastruktur pertanian yang selama ini menjadi salah satu tantangan di lapangan.
“Kalau kita nominalkan semua program yang ada di Kabupaten Jember yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Jember dan pemerintah pusat kurang lebih ada 312 miliar selama tahun 2025 dan tahun 2026. Ini adalah yang terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait, sapaan dia, dalam Pro Guse Update sektor pertanian yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Sabtu 06 Juni 2026.
Besarnya dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari optimalisasi lahan (Oplah), irigasi perpompaan (Irpom), rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan). Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan petani sekaligus meningkatkan luas tanam dan luas panen di tengah keterbatasan lahan pertanian, khususnya di Pulau Jawa.
Data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program optimalisasi lahan akan menjangkau sekitar 7.070 hektare pada tahun 2026. Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan 100 unit irigasi perpompaan untuk membantu lahan yang selama ini mengalami kesulitan akses air. Di sisi lain, rehabilitasi irigasi terus dilakukan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur pertanian yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor penghambat peningkatan produksi.
Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan melalui bantuan benih jagung untuk 3.540 hektare lahan, program bongkar ratun tebu seluas 2.554 hektare, hingga penyaluran berbagai alsintan seperti traktor roda dua dan roda empat, combine harvester, corn sheller mobile, power thresher, serta mesin pengolahan kopi.
Lebih dari sekadar angka, besarnya investasi program pertanian tersebut menunjukkan bahwa sektor pangan masih menjadi fondasi penting pembangunan daerah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan sektor pertanian dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui dukungan yang semakin besar dan berbagai program yang terus diperluas, Jember kini tidak hanya berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Jawa Timur, tetapi juga mempercepat langkah menuju pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan. (fan)