logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Honor Guru Ngaji Cair, Kehadiran Tembus 93 Persen di Wuluhan

  • 14 April 2026
  • Dibaca 294 Kali
Bagikan Via:
honor-guru-ngaji-cair-kehadiran-tembus-93-persen-di-wuluhan-20260415

Honor Guru Ngaji Cair, Kehadiran Tembus 93 Persen di Wuluhan

JEMBER, 14 APRIL 2026 – Penyaluran honorarium guru ngaji se-Kecamatan Wuluhan berlangsung tertib dan lancar di Pendopo Kecamatan Wuluhan, Senin, 13 April 2026. Dari total 78 undangan, sebanyak 73 orang hadir atau mencapai sekitar 93 persen. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Bank Jatim Cabang Balung, pendamping desa, hingga Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N).

Tingginya tingkat kehadiran menunjukkan antusiasme para penerima terhadap program insentif tersebut. Mayoritas desa mencatat kehadiran penuh, yakni Desa Lojejer (7 orang), Ampel (7), Tamansari (8), Tanjungrejo (2), dan Kesilir (37). Sementara itu, Desa Dukuhdempok mencatat satu ketidakhadiran karena keperluan di Jember.

Adapun Desa Glundengan menjadi wilayah dengan jumlah ketidakhadiran terbanyak, yakni empat orang dari sepuluh undangan, yang disebabkan belum memiliki buku tabungan sebagai syarat pencairan.

Sri Agustantini, pendamping guru ngaji menyebut, penyaluran melalui perbankan dilakukan untuk memastikan proses berjalan transparan dan tepat sasaran. Selain itu, mekanisme tersebut juga mendorong tertib administrasi bagi para penerima.

“Penyaluran kami lakukan melalui Bank Jatim agar lebih tertib, aman, dan akuntabel. Sekaligus mendorong para penerima memiliki rekening aktif,” ujar Tantin saat ditemui di lokasi.

Camat Wuluhan, Hanifah, S.PT, M.Si, menegaskan, program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peran strategis guru ngaji dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat. Menurutnya, keberadaan guru ngaji tidak hanya penting dalam pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Guru ngaji memiliki kontribusi besar dalam membangun moral dan akhlak masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya hadir melalui pemberian insentif ini,” tegasnya.

Salah satu penerima, ustazah pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Vina Afiatul Husna, mengaku bersyukur atas pencairan honorarium tersebut. Ia mengaku sempat tidak menyangka namanya kembali masuk dalam daftar penerima.

“Saya tidak mengira akan mendapatkan insentif lagi, karena sebelumnya sudah disalurkan pada Maret menjelang Hari Raya Idulfitri. Alhamdulillah, kemarin saya mendapat kabar dan nama saya tercantum,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi para pengajar keagamaan. “Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga berkah dan semua yang terlibat selalu diberi kesehatan,” imbuhnya.

Kegiatan penyaluran berlangsung hingga selesai dalam suasana kondusif. Pemerintah kecamatan berharap ke depan seluruh penerima dapat memenuhi persyaratan administrasi, sehingga tidak ada lagi yang tertunda dalam proses pencairan honorarium. (riz)

Galeri Foto