logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hujan Berkepanjangan Picu Tanah Longsor di Sukorambi Jember, Halaman Rumah Warga Terdampak

  • 09 Maret 2026
  • Dibaca 450 Kali
Bagikan Via:
hujan-berkepanjangan-picu-tanah-longsor-di-sukorambi-jember-halaman-rumah-warga-terdampak-20260309

Hujan Berkepanjangan Picu Tanah Longsor di Sukorambi Jember, Halaman Rumah Warga Terdampak

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Jember memicu terjadinya tanah longsor di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di RT 001 RW 004 Dusun Krajan. Tanah longsor terjadi di halaman depan rumah milik seorang warga bernama Jalal yang berusia 48 tahun dan tinggal bersama lima anggota keluarganya. Longsoran tanah tersebut memiliki dimensi kurang lebih sepanjang 12 meter dengan tinggi sekitar 8 meter.

Peristiwa longsor ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan kronologis kejadian, hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi sejak Selasa, 3 Maret 2026 dan berlangsung secara terus-menerus di wilayah Kecamatan Sukorambi. Kondisi tanah yang terus menerus terkena air hujan menyebabkan tanah menjadi jenuh dan kehilangan daya ikatnya. Akibatnya, pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 WIB terjadi longsoran tanah di halaman depan rumah milik Jalal yang kemudian mengakibatkan pohon rambutan di sekitar lokasi ikut tumbang.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Jember segera melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan perangkat setempat untuk melakukan penanganan awal di lokasi. Langkah yang dilakukan antara lain melakukan asesmen kondisi tanah longsor serta memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah yang lebih serius. Selain itu, petugas juga melakukan pendistribusian bantuan berupa dua lembar terpal yang kemudian dipasang di area longsoran untuk mengurangi risiko longsor susulan apabila terjadi hujan kembali. Pemasangan terpal dilakukan sebagai langkah sementara untuk menutup area tanah yang rawan tergerus air hujan.

Selain pemasangan terpal, petugas juga memberikan imbauan kepada warga sekitar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di sekitar area longsoran terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sementara itu, pohon rambutan yang tumbang akibat longsor telah ditangani secara mandiri oleh pemilik rumah bersama warga sekitar dengan cara memotong dan membersihkan batang pohon dari area halaman rumah.

Berdasarkan kondisi terkini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Area longsoran telah ditutup menggunakan terpal untuk mengurangi risiko pergerakan tanah lebih lanjut. Namun demikian, potensi longsor susulan masih perlu diwaspadai mengingat kondisi tanah yang masih labil. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar pemilik rumah tidak mendekati area longsoran demi menjaga keselamatan.

Sebagai langkah jangka panjang, BPBD juga merekomendasikan agar pemilik rumah membangun struktur penahan tanah seperti plengsengan atau bronjong untuk memperkuat tebing yang longsor. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya longsor kembali di kemudian hari, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur turut terlibat di antaranya BPBD Kabupaten Jember, pihak Kecamatan Sukorambi, serta Satpol PP Sukorambi yang bersama-sama melakukan pemantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian.

Galeri Foto