Hujan Lebat Picu Longsor di Bintoro Patrang, Akses Jalan Setapak Warga Terdampak dan Berpotensi Longsor Susulan
- 04 Maret 2026
- Dibaca 298 Kali
Bagikan Via:
Hujan Lebat Picu Longsor di Bintoro Patrang, Akses Jalan Setapak Warga Terdampak dan Berpotensi Longsor Susulan
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Selasa, 3 Maret 2026, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Lingkungan Perbal RT 002 RW 007, Kelurahan Bintoro. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB setelah hujan turun dengan durasi cukup lama sejak dini hari. Longsoran tanah baru dilaporkan secara resmi pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama. Peristiwa ini menyebabkan material tanah dengan tinggi sekitar 7 meter dan lebar kurang lebih 10 meter menimpa akses jalan paving setapak yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Longsor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan labil. Struktur lereng yang cukup curam diduga tidak mampu menahan beban air yang meresap ke dalam tanah, sehingga memicu pergerakan massa tanah. Material longsoran kemudian menutup sebagian akses jalan setapak warga dan berpotensi membahayakan apabila terjadi longsor susulan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena akses jalan merupakan jalur penting mobilitas masyarakat sekitar.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama perangkat kelurahan, Babinsa, dan warga setempat segera melakukan koordinasi dan assessment di lokasi. Selain melakukan pendataan dan dokumentasi, tim juga mendistribusikan bantuan logistik berupa satu buah terpal untuk menutup area longsoran guna mengurangi risiko tergerus air hujan susulan. Pemasangan terpal dilakukan sebagai langkah darurat untuk meminimalkan infiltrasi air ke tanah yang masih labil. Setelah seluruh rangkaian asesmen dan penanganan awal selesai, tim kembali ke mako pada pukul 17.30 WIB.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan bahwa perangkat kelurahan bersama warga telah melakukan kerja bakti dengan menanam pohon di sekitar area longsoran sebagai upaya konservasi. Selain itu, warga juga membuat pembatas sementara dari bambu dan potongan ranting pohon sebagai pagar pengaman di sekitar titik longsor. Meski demikian, kondisi tanah masih dinilai labil dan berpotensi terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu, tim mitigasi merekomendasikan peningkatan kewaspadaan masyarakat, penanaman vegetasi berakar kuat seperti vetiver untuk mengikat tanah, serta penerapan sistem terasering guna mengurangi kemiringan lereng dan memperlambat aliran permukaan. Edukasi kepada masyarakat juga penting agar tidak melakukan pembangunan terlalu dekat dengan lereng serta menghindari pemotongan lereng secara sembarangan. Hingga saat ini tidak terdapat kendala di lapangan, dan pihak desa berkomitmen melanjutkan kerja bakti sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.