Hujan Lebat Picu Longsor Dinding Penahan Tanah di Patrang, BPBD Pasang Terpal Antisipasi Susulan
- 03 Maret 2026
- Dibaca 329 Kali
Bagikan Via:
Hujan Lebat Picu Longsor Dinding Penahan Tanah di Patrang, BPBD Pasang Terpal Antisipasi Susulan
Tanah longsor berupa ambrolnya dinding penahan tanah terjadi di rumah warga di Jalan Manyar RT/RW 003/003, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Kejadian ini merupakan tindak lanjut laporan Wadul Gus’e yang diterima dengan ID WA.Q.0103261714060 dari pelapor atas nama Amri. Peristiwa longsor dilaporkan terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Patrang dengan durasi cukup lama pada Sabtu (28/2/2026). Akibat kejadian tersebut, dinding penahan tanah setinggi kurang lebih 5,5 meter dan lebar sekitar 3 meter mengalami longsor dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.
Menurut kronologis laporan, hujan deras yang turun sejak siang hari menyebabkan kondisi tanah di sekitar rumah menjadi jenuh air dan tidak stabil. Sekitar pukul 15.30 WIB, tekanan air dan beban tanah mengakibatkan dinding penahan tidak mampu menahan dorongan tanah sehingga mengalami longsor. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menimbulkan kekhawatiran karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil. Lokasi kejadian berada di lingkungan permukiman padat sehingga memerlukan penanganan cepat untuk mencegah dampak lebih luas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama perangkat kelurahan melakukan koordinasi dan assessment lapangan pada Senin (2/3/2026) pukul 12.00 WIB. Tim melakukan pengecekan kondisi tanah serta potensi risiko lanjutan di sekitar area longsor. Dokumentasi dilakukan sebagai bagian dari administrasi pelaporan dan bahan evaluasi teknis. Selain itu, BPBD mendistribusikan sekaligus memasang satu buah terpal berukuran 5x6 meter untuk menutup area longsoran guna meminimalkan infiltrasi air hujan langsung ke bidang tanah yang terbuka.
Kegiatan penanganan selesai sekitar pukul 13.00 WIB dan situasi dinyatakan sementara aman terkendali. Namun demikian, kondisi tanah masih tergolong labil dan berpotensi terjadi longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Sebagai langkah mitigasi, tim merekomendasikan konservasi vegetasi menggunakan tanaman berakar kuat seperti vetiver untuk membantu mengikat tanah. Selain itu, disarankan pengurangan kemiringan lereng melalui pembuatan terasering serta pemasangan penahan sementara seperti ban bekas atau sak berisi tanah dan batu guna memperkuat struktur tanah.
Pemerintah Kelurahan Slawu menyatakan akan membantu mencarikan ban bekas untuk digunakan sebagai penahan tambahan di lokasi longsor. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi BPBD Kabupaten Jember, perangkat kelurahan, dan warga setempat. Tidak terdapat kendala dalam proses penanganan, dan koordinasi berjalan dengan baik. Masyarakat diimbau tetap waspada serta segera melaporkan apabila terjadi pergerakan tanah lanjutan di sekitar lokasi.