Implementasikan Program Bupati Fawait, Puskesmas Homecare Door to Door di Kelurahan Banjarsengon
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Implementasikan Program Bupati Fawait, Puskesmas Homecare Door to Door di Kelurahan Banjarsengon
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Puskesmas Banjarsengon menggelar kegiatan homecare terpadu di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Jumat 16 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menyasar kelompok rentan yakni ibu hamil risiko tinggi (bumil resti), lansia, warga dengan penyakit kronis, dan penyandang disabilitas intelektual.
Tiga warga menjadi sasaran kunjungan awal, yakni Maryati di Lingkungan Gendir, Misnati di Lingkungan Kebon Kidul, dan bumil Santi Dayanti di wilayah Krajan. Tim yang diterjunkan terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Wilayah Banjarsengon Wahyu Anita, A.Md.Keb., bersama perangkat kelurahan dan PTSP.
Kepala Puskesmas Banjarsengon, dr. Triningtyas Ninik Widyawati menegaskan homecare adalah komitmen jemput bola. "Sehat tidak harus selalu datang ke Puskesmas, kami yang akan datang ke rumah warga. Fokus kami adalah memastikan bumil, lansia, dan warga dengan kondisi khusus tetap terpantau kesehatannya secara berkelanjutan," ujarnya.
Dukungan penuh datang dari Kelurahan Banjarsengon. Lurah Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., menyebut kegiatan ini adalah kunjungan kemanusiaan. "Ini bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami siap mendampingi dan mengawal agar pelayanan berjalan optimal, sehingga tidak ada warga Banjarsengon yang tertinggal layanan kesehatan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PTSP Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si., menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi program Bupati Jember. "Kegiatan homecare ini adalah wujud nyata pelaksanaan program Bapak Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Sesuai arahan beliau, pelayanan publik harus hadir, jemput bola dan berpihak pada kelompok rentan. Inilah semangat Jember Baru, Jember Maju," tegasnya.
Kehadiran tenaga kesehatan di rumah warga disambut haru. Bagi lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas, kunjungan rumah menjadi satu-satunya akses untuk pemeriksaan rutin. Bagi bumil resti, pendampingan dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi kehamilan.
Melalui kolaborasi Puskesmas, kelurahan, dan perangkat daerah, homecare di Banjarsengon diharapkan menjadi model pelayanan yang berkelanjutan dan menjangkau hingga ke gang-gang lingkungan. (sgk)