Insentif Cair saat Ramadan, Penerima di Glundengan Akui Lebih Diperhatikan
- 24 Maret 2026
- Dibaca 396 Kali
Bagikan Via:
Insentif Cair saat Ramadan, Penerima di Glundengan Akui Lebih Diperhatikan
JEMBER, 24 MARET 2026 – Pencairan insentif bagi guru ngaji, guru kitab, dan petugas pembantu pencatat nikah (P3N) di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, pada Maret 2026 disambut positif para penerima. Penyaluran yang bertepatan dengan bulan Ramadan itu dinilai membantu kebutuhan sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah.
Kegiatan pencairan dilaksanakan di Kantor Desa Glundengan dengan dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan, Penjabat (Pj) Kepala Desa Glundengan, perangkat desa bagian kesejahteraan rakyat (kesra), pendamping guru ngaji, serta petugas Bank Jatim Cabang Balung. Proses penyaluran berlangsung tertib dan kondusif.
Salah satu penerima, Moh Nasir, yang bertugas sebagai P3N, mengaku merasakan kemudahan dalam proses pencairan insentif. Ia menilai lebih diperhatikan oleh pemerintah dan pelayanan pada periode saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang tidak perlu antre lama, dan yang lansia juga didahulukan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, perhatian tersebut membuat para penerima merasa lebih dihargai. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas program yang terus berjalan. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati dan jajarannya. Semoga berkah,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Ika Nafisatus Zuhro, salah satu guru ngaji penerima insentif. Ia mengaku bantuan yang diterima sangat membantu, terutama karena pencairan dilakukan saat Ramadan.
“Saya merasa senang sekali karena insentif ini cair saat Ramadan. Apalagi kebutuhan di bulan ini cukup banyak, jadi sangat bermanfaat,” katanya.
Sejak pagi, para penerima hadir secara bergiliran dengan membawa berkas yang dipersyaratkan. Proses verifikasi dan pencairan dilakukan secara bertahap guna menjaga kelancaran kegiatan.
Di tengah penyaluran, Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., turut hadir untuk memantau langsung jalannya kegiatan. Ia juga menyempatkan berinteraksi dengan para guru ngaji yang hadir.
“Senang atau tidak dapat insentif?” tanyanya kepada para penerima.
Pertanyaan tersebut disambut senyum dan respons positif dari para guru ngaji. Selain berinteraksi, camat juga memastikan proses penyaluran berjalan sesuai prosedur.
Hingga akhir kegiatan, pencairan insentif berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para penerima berharap program tersebut dapat terus berlanjut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan di tingkat desa. (riz)