logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Insentif Guru Ngaji Jadi Penyemangat Pengabdian, Puluhan Pengajar Al-Qur’an di Desa Kraton Terima Bantuan

  • 16 Maret 2026
  • Dibaca 147 Kali
Bagikan Via:
insentif-guru-ngaji-jadi-penyemangat-pengabdian-puluhan-pengajar-al-quran-di-desa-kraton-terima-bantuan-20260316

Insentif Guru Ngaji Jadi Penyemangat Pengabdian, Puluhan Pengajar Al-Qur’an di Desa Kraton Terima Bantuan

KENCONG, 16 MARET 2026 – Wajah sumringah tampak dari para guru ngaji yang datang ke Kantor Desa Kraton, Kecamatan Kencong, Senin, 16 Maret 2026. Satu per satu mereka menerima bantuan insentif yang disalurkan pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat.

Program bantuan tersebut disalurkan langsung oleh petugas Bank Jatim secara tunai. Para guru ngaji yang sebelumnya telah terdata dan diverifikasi diundang untuk hadir ke kantor desa guna menerima bantuan tersebut.

Di Desa Kraton sendiri tercatat sebanyak 72 guru ngaji yang diajukan sebagai penerima bantuan. Dari jumlah itu, sebanyak 59 orang berhasil mencairkan insentif pada hari ini. Sementara 4 guru ngaji lainnya menerima pencairan di desa lain, sehingga total sekitar 63 guru ngaji asal Desa Kraton telah mendapatkan bantuan tersebut.

Bagi sebagian guru ngaji, bantuan ini menjadi penyemangat dalam melanjutkan pengabdian mereka. Selama ini para guru ngaji dikenal sebagai sosok yang dengan penuh kesabaran membimbing anak-anak hingga orang dewasa untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an, seringkali tanpa mengharapkan imbalan materi.

Namun demikian, masih ada beberapa guru ngaji yang belum dapat menerima bantuan pada hari ini karena belum memiliki rekening bank. Saat ini proses pembuatan rekening masih dilakukan, sehingga pencairan bantuan akan dilakukan setelah proses administrasi tersebut selesai.

Kepala Desa Kraton, Agus Prianto, menyampaikan bahwa program insentif guru ngaji ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pengajar Al-Qur’an yang selama ini berperan penting dalam membangun pendidikan agama di masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa proses verifikasi data penerima bukan dilakukan oleh pemerintah desa, melainkan melalui mekanisme pendataan dari pemerintah daerah.

“Kami berharap bantuan ini bisa benar-benar bermanfaat bagi para guru ngaji yang telah mengabdikan waktunya untuk membimbing masyarakat dalam belajar agama,” ujar Agus.

Pemerintah Desa Kraton juga berharap program insentif tersebut dapat terus berlanjut dan bahkan ditingkatkan ke depannya. Menurutnya, masih banyak guru ngaji yang belum tercover dalam program bantuan ini.

Selain itu, ada harapan agar ke depan penyaluran insentif dapat dilakukan dua kali dalam setahun sesuai dengan komitmen pemerintah daerah, sehingga semakin banyak guru ngaji yang merasakan manfaatnya sekaligus semakin termotivasi dalam menjalankan pengabdian mereka di tengah masyarakat. (Fur)

Galeri Foto