logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Jangan Ada Anak Jember yang Hilang dari Sekolah, Dispendik Gerak Cepat Tuntaskan ATS dan ABPS di Sumberjambe

  • 26 September 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
jangan-ada-anak-jember-yang-hilang-dari-sekolah-dispendik-gerak-cepat-tuntaskan-ats-dan-abps-di-sumberjambe-20260927

Jangan Ada Anak Jember yang Hilang dari Sekolah, Dispendik Gerak Cepat Tuntaskan ATS dan ABPS di Sumberjambe

JEMBER, 26 SEPTEMBER 2026 - Jangan sampai ada anak Jember yang putus sekolah, apalagi tidak sekolah. Pesan tegas Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., tersebut terus ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kunjungan Kepala Bidang SMP Dispendik Jember, Rido’i, S.Pd., M. Pd. ke SMPN 2 Sumberjambe, Jumat 25 September 2026.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS) menjadi perhatian serius untuk memastikan tidak ada peserta didik yang terlepas dari layanan pendidikan.

Di SMPN 2 Sumberjambe, Rido’i melihat langsung upaya sekolah dalam memantau kondisi siswa. Mulai dari peran guru, wali kelas hingga guru Bimbingan dan Konseling (BK) dinilai penting untuk mendeteksi sejak awal berbagai persoalan yang berpotensi menghambat keberlanjutan pendidikan anak.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terlepas dari layanan pendidikan. Ketika ada anak yang berisiko putus sekolah, harus segera diketahui penyebabnya dan dicarikan solusi bersama. Pendataan harus berujung pada penanganan,” tegas Rido’i.

Menurutnya, penanganan ATS dan ABPS membutuhkan kerja bersama. Sekolah tidak cukup hanya mengetahui siapa yang berisiko putus sekolah, tetapi juga harus memahami persoalan yang melatarbelakanginya.

Sebab, setiap anak bisa memiliki persoalan berbeda. Ada yang berkaitan dengan kondisi keluarga, ekonomi, lingkungan maupun persoalan lain yang membutuhkan pendampingan.

Karena itu, komunikasi antara sekolah, orang tua dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam memastikan anak tetap berada di jalur pendidikan.

Guru BK SMPN 2 Sumberjambe, Diah, S.Pd., mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap peserta didik, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kami dari BK terus berusaha memantau anak-anak. Kalau ada yang mulai menunjukkan tanda-tanda mengalami kendala untuk sekolah, kami melakukan pendekatan dan komunikasi. Kami berusaha mengetahui persoalannya supaya bisa segera dicarikan jalan keluar dan anak tetap melanjutkan sekolah,” ungkap Diah.

Hal senada disampaikan Kepala SMPN 2 Sumberjambe, M. Ali Hasyimi. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan peserta didik tetap memperoleh hak pendidikan.

“Kami berkomitmen agar anak-anak di SMPN 2 Sumberjambe tetap mendapatkan pendidikan. Setiap persoalan yang muncul akan kami komunikasikan dan koordinasikan. Jangan sampai ada anak yang berhenti sekolah hanya karena persoalan yang sebenarnya masih bisa dicarikan solusinya,” ujarnya.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang menempatkan persoalan pendidikan sebagai perhatian pemerintah daerah.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan, tidak boleh ada anak Jember yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. “Jangan sampai ada anak Jember yang putus sekolah, apalagi tidak sekolah,” tegas Gus Fawait. (hz)

Galeri Foto