Jember Bidik Pasar Ekspor Hortikultura, Bakesbangpol Dampingi Investor Jabar Jajaki Kemitraan dengan Petani Lokal
- 24 April 2026
- Dibaca 209 Kali
Bagikan Via:
Jember Bidik Pasar Ekspor Hortikultura, Bakesbangpol Dampingi Investor Jabar Jajaki Kemitraan dengan Petani Lokal
JEMBER, 24 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis ekspor. Salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan pendampingan kunjungan investor hortikultura dari Jawa Barat, PT. KSIP Agro, ke sejumlah titik strategis produksi hortikultura di Kabupaten Jember, Jumat 24 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni PT. BCA Seed di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, serta kawasan mitra petani hortikultura dan buah-buahan lokal di Desa Wonojati dan Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Jember, Poerwahjoedi, S.E., M.M., bersama jajaran staf Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Eksosbud). Turut serta Manager Kebun PT. KSIP Agro Jawa Barat, Supervisor Purchase House Unit Banyuwangi, serta para pelaku usaha dan grower hortikultura dari CV. MAJ.
Dalam rangkaian kegiatan, rombongan investor melakukan audiensi terkait peluang pasar ekspor hortikultura yang dinilai semakin terbuka lebar, khususnya untuk komoditas buah-buahan lokal yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi. Diskusi tersebut juga melibatkan pihak manajemen PT. BCA Seed sebagai salah satu pelaku industri perbenihan dan pengolahan hortikultura di Jember.
Selain audiensi, peserta juga melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas produksi milik PT. BCA Seed, mulai dari unit produksi, penyimpanan (storage), pengemasan (packaging), hingga fasilitas quality control (QC), riset, dan laboratorium. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kesiapan infrastruktur dalam mendukung standar ekspor yang dibutuhkan oleh pasar internasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke mitra petani hortikultura di Desa Wonojati. Di lokasi ini, rombongan melihat langsung praktik budidaya tanaman hortikultura yang telah berjalan, sekaligus berdialog dengan petani terkait tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas produksi.
Selanjutnya, kunjungan juga dilakukan ke Desa Cangkring, yang menjadi salah satu titik pengembangan grower mitra PT. KSIP Agro. Di sini, investor meninjau potensi lahan serta kesiapan petani dalam mengembangkan sistem kemitraan berbasis ekspor.
Sekretaris Bakesbangpol Jember, Poerwahjoedi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani lokal. Menurutnya, kolaborasi antara investor, pelaku usaha, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk hortikultura Jember di pasar global.
“Jember memiliki potensi besar di sektor hortikultura. Dengan adanya pendampingan dan kemitraan seperti ini, diharapkan petani dapat meningkatkan kualitas produksi sesuai standar ekspor, sehingga mampu menembus pasar internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bakesbangpol siap memfasilitasi komunikasi dan sinergi antar pihak guna menciptakan ekosistem investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, pihak PT. KSIP Agro Jawa Barat menyatakan ketertarikannya terhadap potensi hortikultura di Kabupaten Jember. Mereka menilai bahwa kondisi geografis, kesuburan lahan, serta ketersediaan sumber daya manusia menjadi faktor pendukung utama dalam pengembangan komoditas ekspor.
Adapun rencana tindak lanjut dari kegiatan ini mencakup pengembangan area hortikultura di Kabupaten Jember melalui pola kemitraan antara investor dan petani. Selain itu, akan dilakukan pendampingan teknis berupa asistensi budidaya hortikultura dengan standar ekspor kepada para mitra petani.
Tidak hanya itu, peluang investasi juga diarahkan pada pengembangan unit produksi dan purchase house di wilayah Jember, guna memperkuat rantai pasok serta memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga ke pasar tujuan ekspor.
Dengan adanya inisiasi ini, diharapkan Kabupaten Jember dapat semakin dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan yang mampu bersaing di pasar global, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. (but)