logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Jember Cinta Kesehatan Hadirkan Layanan Medis Gratis untuk Masyarakat

  • 17 Agustus 2026
  • Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
jember-cinta-kesehatan-hadirkan-layanan-medis-gratis-untuk-masyarakat-20260818

Jember Cinta Kesehatan Hadirkan Layanan Medis Gratis untuk Masyarakat

JEMBER, 17 AGUSTUS 2026 – Jajaran Pemerintah Kecamatan Patrang menegaskan kesiapannya untuk mengawal serta memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya.

Dukungan penuh tersebut ditunjukkan lewat kehadiran Camat Patrang, Ajib, S.IP., bersama Kepala UPTD Puskesmas Patrang, dr. Gurid Anggridiaksha, dan Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwaningsih, M.Kes., dalam acara peluncuran program Jember Cinta Kesehatan (JCK) Tahap Dua.

Peluncuran program strategis Pemkab Jember ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Senin 17 Agustus 2026.

Langkah aktif jajaran Kecamatan Patrang dan dua kepala puskesmas setempat menjadi modal penting dalam menguatkan sinergi pelayanan di tingkat kewilayahan. Pasalnya, puskesmas merupakan garda terdepan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses medis yang mudah, terjangkau, dan merata hingga tingkat kelurahan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa program JCK merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam menyempurnakan kualitas pelayanan kesehatan publik.

"Pada 17 Agustus ini kita kembali menyempurnakan layanan kesehatan masyarakat. Setelah UHC Prioritas dan program dokter keluarga, sekarang kita meluncurkan Jember Cinta Kesehatan tahap dua," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.

Program JCK tahun ini ditargetkan mampu menjangkau hingga 10 ribu penerima manfaat. Sasarannya tidak hanya mencakup kalangan pelajar, tetapi juga masyarakat luas dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial.

Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah, menyampaikan bahwa proses pendataan warga terus berjalan secara masif.

"Saat ini pendataan sudah mencakup sekitar 4 ribu sasaran dari target 10 ribu penerima manfaat. Cakupan layanannya tidak hanya ditujukan bagi kalangan pelajar, melainkan seluruh lapisan warga dari segala rentang usia," terang dr. Ulfa.

Melalui program ini, pelbagai fasilitas pengobatan disalurkan secara cuma-cuma. Layanan medis gratis tersebut mencakup pengobatan umum, operasi katarak, penanganan kelainan bawaan (kongenital), hingga pembagian alat bantu kesehatan.

Adapun alat bantu yang disiapkan meliputi alat bantu dengar, kacamata korektif, serta pembuatan kaki dan tangan palsu (prostesis).

Ulfa menambahkan, program JCK dirancang khusus untuk memotong rantai antrean tindakan medis sekaligus mendekatkan akses bagi warga yang terkendala mobilitas maupun kondisi geografis.

"Harapan kita bersama, persoalan kesehatan di Jember dapat tertangani secara tuntas. Dengan menghadirkan pelayanan kesehatan langsung di tengah-tengah warga, masyarakat tidak perlu khawatir akan akses penanganan medis yang inklusif," jelasnya.

Menariknya, pelaksanaan JCK Tahap Dua ini membuka pintu pelayanan seluas-luasnya. Gus Fawait menegaskan, beberapa kategori layanan medis bahkan diperuntukkan bagi masyarakat luar Kabupaten Jember.

"Warga luar Jember juga boleh daftar. Bahkan warga Jawa Timur dan seluruh Indonesia yang membutuhkan operasi katarak maupun prostesis kaki palsu diperkenankan mendaftar," tegas Bupati.

Bagi warga yang ingin memanfaatkan bantuan medis ini, pendaftaran dapat dilakukan melalui saluran aduan publik kanal Wadul Gus'e maupun berkoordinasi langsung melalui puskesmas terdekat, termasuk Puskesmas Patrang dan Puskesmas Banjarsengon.

Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari APBD Kabupaten Jember, alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, hingga peran aktif organisasi nonpemerintah.

Sementara itu, pemilihan lokasi peluncuran di Ponpes Nuris membawa pesan historis tersendiri. Gus Fawait menilai, ulama dan santri memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan bangsa, sehingga tepat jika diikutsertakan dalam pembangun kemanusiaan masa kini.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa kiai dan santri memiliki sumbangsih besar bagi republik. Hari ini sinergi itu kita wujudkan kembali dalam aksi nyata pelayanan kesehatan bagi masyarakat," pungkasnya.

Hadirnya sinergi antara Pemkab Jember, Pemerintah Kecamatan Patrang, dan fasilitas kesehatan diharapkan dapat menuntaskan persoalan kesehatan warga secara nyata. Momentum Kemerdekaan ke-81 RI ini pun menjadi bukti bahwa semangat perjuangan diwujudkan lewat kerja nyata demi kesejahteraan rakyat yang inklusif dan berkeadilan. (naf)

Galeri Foto