Jember Dorong Pesantren Segera Bentuk Poskestren, Dinkes Siapkan Pendampingan
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Jember Dorong Pesantren Segera Bentuk Poskestren, Dinkes Siapkan Pendampingan
JEMBER, 01 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember mendorong pesantren yang belum memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) untuk segera membentuk layanan kesehatan di lingkungan masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan program Pesantren Sehat di Kabupaten Jember.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Jember yang digelar Rabu, 30 September 2026, di Aula Bawah Pemkab Jember. Kegiatan diselenggarakan Dinas Kesehatan Jember melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas).
Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Jember, Asisten I dan Asisten II Sekretariat Kabupaten Jember, akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Jember, tokoh agama, serta OPD terkait.
Saat ini, dari sekitar 700 pesantren di Kabupaten Jember, tercatat 64 pesantren telah memiliki Poskestren. Pemerintah daerah mendorong agar keberadaan Poskestren dapat diperluas sehingga semakin banyak pesantren memiliki sarana pendukung kesehatan bagi warga pesantren.
Asisten II Sekretariat Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, S.H., mengatakan pesantren yang belum memiliki Poskestren diharapkan segera membentuknya dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia.
“Kami berharap melalui koordinasi ini, pesantren yang belum memiliki Poskestren dapat segera membentuknya dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia. Selain itu, diperlukan pendampingan dari Dinas Kesehatan serta evaluasi secara berkala agar program ini dapat terus dipantau dan berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pendampingan Poskestren akan dilakukan melalui puskesmas di masing-masing wilayah. Pola ini memungkinkan pembinaan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pesantren.
Penguatan Poskestren diharapkan tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan di lingkungan pesantren, tetapi juga mendorong terbentuknya lingkungan pesantren yang lebih peduli terhadap kesehatan. (fam)