logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Jemput Bola, Kecamatan Panti Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan untuk Lansia dan Disabilitas

  • 17 Maret 2026
  • Dibaca 145 Kali
Bagikan Via:
jemput-bola-kecamatan-panti-salurkan-sembako-dan-layanan-kesehatan-untuk-lansia-dan-disabilitas-20260318

Jemput Bola, Kecamatan Panti Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan untuk Lansia dan Disabilitas

JEMBER, 17 MARET 2026 – Semangat gotong royong ditunjukkan jajaran Pemerintah Kecamatan Panti bersama pemerintah desa, Babinsa, dan tenaga kesehatan dari puskesmas. Secara kolaboratif, tim gabungan ini turun langsung menyalurkan bantuan sembako sekaligus melakukan pemantauan kesehatan bagi warga lansia dan penyandang disabilitas di wilayah Perkebunan Sentol, Desa Suci, Selasa 17 Maret 2026.

Aksi tersebut merupakan bentuk komitmen pelayanan publik yang inklusif. Bantuan tidak lagi dipusatkan di kantor desa, melainkan diantarkan langsung ke rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan. Penyaluran secara langsung ini juga bertujuan agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat tanpa hambatan,” ujar Kepala Desa Suci, Akhmad Suyuthi, M.Pd.I.

Selain menerima paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah, konsultasi keluhan fisik bagi lansia, serta pemberian vitamin dan obat-obatan bagi penyandang disabilitas.

Babinsa yang turut mendampingi memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, sekaligus memberikan motivasi serta dukungan moral kepada warga. Kehadiran unsur TNI ini juga menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah apabila terdapat kendala aksesibilitas di lingkungan sekitar.

Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.

“Sinergi ini adalah kunci. Kami tidak hanya memberi bantuan pangan, tetapi juga memastikan orang tua kita (lansia) dan saudara kita penyandang disabilitas tetap sehat. Kehadiran Babinsa dan perangkat desa sangat membantu kami menjangkau lokasi-lokasi yang sulit,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk komitmen pelayanan publik yang inklusif di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat basis data kesehatan warga desa untuk penanganan medis lanjutan apabila diperlukan. (jha)