logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Jemput Bola untuk Kemanusiaan: Program Sianjal Hadirkan Harapan, ODGJ di Desa Pecoro Kini Miliki Identitas Resmi

  • 06 Mei 2026
  • Dibaca 103 Kali
Bagikan Via:
jemput-bola-untuk-kemanusiaan-program-sianjal-hadirkan-harapan-odgj-di-desa-pecoro-kini-miliki-identitas-resmi-20260506

Jemput Bola untuk Kemanusiaan: Program Sianjal Hadirkan Harapan, ODGJ di Desa Pecoro Kini Miliki Identitas Resmi

JEMBER, 06 MEI 2026 - Selasa, 05 Mei 2026, sebuah langkah nyata pelayanan publik yang humanis kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Rambipuji melalui program unggulan bertajuk Sianjal (Siap Antar Jemput Layanan). Program ini bukan sekadar layanan administratif biasa, melainkan wujud kepedulian negara dalam memastikan seluruh warganya, tanpa terkecuali, mendapatkan hak identitas yang sah.

Kegiatan pelayanan umum tersebut dipimpin langsung oleh Rika Sulistyowati, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Rambipuji yang bersama tim turun langsung ke lapangan, menyasar warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan. Kali ini, pelayanan difokuskan di Desa Pecoro, tepatnya di Dusun Bindung RT 03 RW 08, dengan agenda utama melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Sasaran pelayanan adalah seorang warga bernama Supaida, yang selama ini belum memiliki identitas kependudukan resmi. Kondisi tersebut tentu menjadi hambatan besar bagi yang bersangkutan untuk mendapatkan berbagai layanan dasar, mulai dari akses kesehatan hingga bantuan sosial. Melalui program Sianjal, hambatan tersebut kini mulai terurai.

Rika Sulistyowati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan inklusif. “Kami hadir langsung ke masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak mampu datang ke kantor pelayanan. Ini adalah bentuk nyata bahwa negara tidak boleh abai terhadap warganya, termasuk ODGJ,” ujarnya di sela kegiatan.

Perekaman KTP bagi ODGJ bukan sekadar urusan administratif. Lebih dari itu, ini adalah pengakuan resmi negara terhadap keberadaan mereka warga negara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Selama ini, masih banyak ODGJ yang terpinggirkan secara sosial maupun administratif, sehingga tidak memiliki dokumen kependudukan yang menjadi pintu masuk berbagai layanan publik.

KTP sendiri memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan warga negara. Selain sebagai identitas resmi, KTP menjadi syarat utama dalam pengurusan berbagai layanan, seperti BPJS Kesehatan, bantuan sosial, administrasi kependudukan, hingga akses perlindungan hukum. Tanpa KTP, seseorang praktis terputus dari sistem layanan negara.

Dalam konteks ODGJ, keberadaan KTP menjadi semakin penting. Dengan memiliki identitas resmi, mereka tidak hanya diakui secara hukum, tetapi juga mendapatkan perlindungan dari potensi penelantaran maupun penyalahgunaan. Ini menjadi langkah awal untuk memastikan mereka dapat hidup dengan lebih layak dan bermartabat.

Program Sianjal sendiri dirancang sebagai solusi atas berbagai kendala pelayanan yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama kelompok rentan. Dengan sistem jemput bola, petugas tidak lagi menunggu masyarakat datang, melainkan aktif mendatangi mereka. Pendekatan ini dinilai efektif, khususnya di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi dan informasi.

Langkah yang dilakukan oleh tim Kecamatan Rambipuji ini juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang digaungkan Bupati Jember, Muhammad Fawait, dengan menekankan pada pelayanan prima, cepat, dan tepat sasaran. Pelayanan tidak lagi bersifat pasif, melainkan proaktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, program Sianjal diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak warga. Tidak hanya terbatas pada perekaman KTP, tetapi juga layanan administrasi lainnya seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga pembaruan data kependudukan.

Kisah Supaida di Desa Pecoro menjadi potret kecil dari perjuangan banyak warga yang selama ini terpinggirkan. Namun dengan hadirnya program seperti ini, harapan baru mulai tumbuh. Negara hadir, bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pelindung dan pelayan bagi seluruh rakyatnya. (sai)

Galeri Foto