Kabar Baik dari Bunga Desaku Mini di Banjarsengon, Anak ASN-Honorer Punya Peluang Sama Raih Beasiswa
- 11 Juli 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Kabar Baik dari Bunga Desaku Mini di Banjarsengon, Anak ASN-Honorer Punya Peluang Sama Raih Beasiswa
JEMBER, 11 JULI 2026 – Pelayanan publik itu sejatinya tidak boleh berjarak dengan rakyat. Semangat itulah yang dibawa Pemerintah Kabupaten Jember lewat program Bunga Desaku Mini. Sabtu pagi, 11 Juli 2026, Balai Desa Banjarsengon, Kecamatan Patrang, mendadak riuh. Warga menyemut, memanfaatkan ruang dialog langsung tanpa sekat dengan para pemangku kebijakan.
Bukan sekadar sosialisasi formal yang membosankan. Forum ini menjadi panggung interaksi dua arah. Mulai dari urusan administrasi kependudukan lewat Peta Cinta dan Gerobak Cinta, layanan kesehatan gratis Universal Health Coverage (UHC), hingga program yang paling ditunggu-tunggu: Beasiswa Cinta Bergema dan insentif Ketua Kelompok Pengajian.
Suasana gayeng penumpukan ruang dialog mulai terasa saat sesi tanya jawab dibuka. Maklum, warga tak mau kehilangan momentum. Mereka ingin kepastian hukum dan kejelasan informasi, langsung dari sumbernya.
Pertanyaan paling memicu perhatian datang dari para orang tua. Mereka mencemaskan nasib pendidikan anak-anaknya. "Apakah anak guru honorer atau anak ASN (Aparatur Sipil Negara) punya peluang yang sama untuk dapat beasiswa?" tanya salah seorang warga, mewakili kegelisahan kolektif di sana.
Perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Bagkesra) Kabupaten Jember, Wahida Briliansyah, S.Kom., M.P., yang hadir sebagai narasumber, langsung memberikan jawaban menyejukkan. Dia menegaskan, pintu beasiswa terbuka lebar untuk siapa saja, asalkan yang bersangkutan sudah berstatus mahasiswa atau lolos seleksi perguruan tinggi.
"Anak guru honorer maupun ASN punya kesempatan yang sama. Kami menyediakan jalur prestasi yang bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Wahida, disambut anggukan lega warga.
Wahida membocorkan, pendaftaran Beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 akan segera digulirkan dalam waktu dekat. Warga diminta bersiap dan rajin memantau situs resmi bergema.jemberkab.go.id atau bertanya ke perangkat desa agar tidak ketinggalan kereta.
Tak hanya soal kuliah gratis. Para ketukan jari jemaah pengajian juga mendapat kabar segar. Terutama terkait kepastian pencairan insentif bagi Ketua Kelompok Pengajian, satu di antara program anyar andalan Pemkab Jember.
Wahida tidak menampik jika masyarakat sudah tidak sabar. Namun, ia memastikan proses verifikasi data harus super-teliti agar bantuan tidak salah sasaran. "Insyaallah, paling lambat Oktober tahun ini sudah bisa dicairkan. Kami kebut terus proses administrasinya agar manfaatnya segera dirasakan," tegasnya.
Hadirnya Bunga Desaku Mini di Banjarsengon membuktikan satu hal: birokrasi modern bukan lagi soal meja-meja kaku di kantor kabupaten. Melainkan tentang seberapa cepat dan tanggap pemerintah hadir di tengah-tengah teras rumah warganya. (bhi)