Waisak 2570 BE Jadi Momentum Perkuat Kerukunan, Bagian Tapem Jember Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni
- 31 Mei 2026
- Dibaca 540 Kali
Bagikan Via:
Waisak 2570 BE Jadi Momentum Perkuat Kerukunan, Bagian Tapem Jember Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni
JEMBER, 31 MEI 2026 – Peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE) menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperdalam nilai-nilai kebajikan, kedamaian, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, perayaan hari suci ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Waisak merupakan hari besar keagamaan yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama atau Trisuci Waisak, yakni kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, tercapainya Penerangan Sempurna (Bodhi), dan Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha. Ketiga peristiwa tersebut diyakini terjadi pada tanggal yang sama dalam kalender Buddhis.
Makna Waisak tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi juga mengandung pesan universal yang relevan bagi seluruh masyarakat. Nilai-nilai kebijaksanaan, pengendalian diri, kepedulian terhadap sesama, serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Berbagai kegiatan keagamaan dan sosial turut mewarnai peringatan Waisak, mulai dari meditasi, puja bakti, bakti sosial, hingga kegiatan kemanusiaan yang bertujuan menebarkan semangat cinta kasih dan perdamaian.
Pemerintah juga memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh rangkaian peringatan hari besar keagamaan berjalan aman, tertib, dan khidmat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas instansi, penyediaan dukungan keamanan, serta fasilitasi berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelaksanaan seluruh hari besar keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan masyarakat.
"Perayaan hari besar umat beragama, contohnya Hari Raya Waisak, merupakan salah satu momentum menjaga kerukunan antarumat beragama," ujar Rachman, Minggu 31 Mei 2026.
Menurutnya, peringatan hari besar keagamaan tidak hanya menjadi sarana ibadah bagi umat yang merayakannya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Rini, warga Kecamatan Arjasa, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menetapkan hari besar keagamaan sebagai hari libur nasional. Ia menilai kebijakan tersebut memberikan kesempatan bagi umat beragama untuk menjalankan ibadah dan memperingati hari suci dengan lebih khusyuk bersama keluarga maupun komunitas keagamaannya.
"Hari libur keagamaan yang menjadi kebijakan pemerintah sangat bermanfaat bagi kami yang merayakannya," kata Rini.
Ia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap seluruh hari besar keagamaan menunjukkan penghormatan terhadap keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga terus mendorong berbagai kegiatan yang melibatkan unsur lintas agama dan elemen masyarakat sebagai upaya memperkuat kerukunan serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Langkah tersebut sejalan dengan tugas pemerintahan dalam menjaga stabilitas sosial dan menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun serta kondusif.
Melalui peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE, nilai-nilai cinta kasih, kebijaksanaan, dan perdamaian yang diajarkan Sang Buddha diharapkan dapat terus menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan peran aktif pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama, Kabupaten Jember diharapkan terus menjadi daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan keberagaman sebagai kekuatan dalam pembangunan daerah. (zee)