Kabid SMP Dispendik Jember Kunjungi SMPN 2 Tempurejo, Koordinasikan Penanganan ATS dan ABPS
- 10 September 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Kabid SMP Dispendik Jember Kunjungi SMPN 2 Tempurejo, Koordinasikan Penanganan ATS dan ABPS
JEMBER, 10 SEPTEMBER 2026 – Upaya Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS) terus diperkuat. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan Kepala Bidang SMP Dispendik Jember, Muhammad Ridho’i, ke SMPN 2 Tempurejo pada Rabu 09 September 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkoordinasi secara langsung dengan pihak sekolah mengenai kondisi para siswa yang tergolong rentan putus sekolah, maupun siswa yang membutuhkan perhatian khusus agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.
Dalam pertemuan tersebut, Ridho’i berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberlangsungan pendidikan siswa. Persoalan ekonomi, kondisi keluarga, lingkungan sosial, hingga aktivitas anak di luar sekolah menjadi perhatian utama dalam penanganan ATS dan ABPS.
Menurut Ridho’i, sekolah merupakan salah satu garda terdepan untuk mendeteksi persoalan tersebut karena para guru berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari.
“Kami berkoordinasi dengan sekolah untuk melihat kondisi anak secara langsung. Jangan sampai ada anak yang sebenarnya masih ingin sekolah, tetapi terpaksa berhenti karena persoalan ekonomi maupun faktor lainnya. Hal inilah yang harus kita cegah bersama,” ujar Ridho’i.
Ia menambahkan bahwa penanganan ABPS tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam. Setiap anak memiliki latar belakang dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Kita tidak bisa hanya menilai anak dari tingkat kehadirannya di sekolah. Kita harus memahami latar belakang masalahnya. Jika kendalanya adalah faktor ekonomi, tentu pendekatannya akan berbeda. Oleh karena itu, koordinasi antara sekolah dan Dispendik sangat penting untuk mencari solusi terbaik bagi anak,” jelasnya.
Salah satu siswa yang mengalami situasi tersebut adalah Slamet, siswa kelas IX SMPN 2 Tempurejo. Di sela-sela aktivitas sekolahnya, Slamet turut membantu pekerjaan di sawah demi menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.
Kisah Slamet menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana keterbatasan ekonomi dapat menempatkan anak pada posisi yang rentan. Di satu sisi mereka harus menjalankan kewajiban sebagai pelajar, tetapi di sisi lain mereka terdesak membantu keluarga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kendati demikian, pihak sekolah menyebut Slamet tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Pihak sekolah terus memberikan dukungan dan motivasi agar aktivitas bekerja tidak membuatnya menanggalkan pendidikan.
Langkah koordinasi antara Dispendik Jember dan SMPN 2 Tempurejo ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk memperkuat penanganan ABPS sekaligus memastikan permasalahan siswa dapat terdeteksi lebih awal. (hz)