logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Kegiatan Monitoring Dan Evaluasi Pakan Bantuan Ayam Petelur Dan Screening Avian Influenza Di Desa Suco Kecamatan Mumbulsari

  • 20 Februari 2026
  • Dibaca 314 Kali
Bagikan Via:
kegiatan-monitoring-dan-evaluasi-pakan-bantuan-ayam-petelur-dan-screening-avian-influenza-di-desa-suco-kecamatan-mumbulsari-20260220

Kegiatan Monitoring Dan Evaluasi Pakan Bantuan Ayam Petelur Dan Screening Avian Influenza Di Desa Suco Kecamatan Mumbulsari

Jember - Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit hewan menular strategis, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan screening Avian Influenza (AI) pada ayam petelur. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Februari 2026 bertempat di kandang penerima bantuan ayam petelur di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sinergi antara Bidang Peternakan dan UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember. Kolaborasi ini memastikan bahwa kegiatan pemeriksaan lapangan, pengujian diagnostik, hingga penyampaian rekomendasi teknis kepada peternak berjalan secara terpadu dan profesional. Kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan aktif guna memastikan kondisi kesehatan unggas tetap terjaga serta menjamin keamanan dan keberlanjutan produksi telur sebagai sumber protein hewani masyarakat.

Avian Influenza adalah penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A. Pada ayam petelur, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi telur secara drastis, gangguan pernapasan, jengger/pial biru, diare kehijauan, hingga kematian mendadak yang cepat. Subtipe yang banyak menjangkiti ayam di Indonesia adalah H5N1 yang bersifat highly pathogenic avian influenza (HPAI), dengan tingkat kematian tinggi dan penyebaran cepat pada populasi padat. Dampak negative AI dapat mengakibatkan kerugian ekonomi maupun kesehatan hewan dan manusia. Penyakit AI lebih banyak mendapat perhatian dibanding penyakit unggas lainnya karena sifatnya dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) dan dapat menyebabkan kematian pada manusia. Penularan AI pada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan unggas sakit atau lingkungan terkontaminasi. Gejala pada manusia, yang muncul 2–5 hari setelah paparan, meliputi demam tinggi (>38°C), batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak napas, hingga konjungtivitis (mata merah).
Tujuan utama kegiatan screening ini adalah mendeteksi secara dini kemungkinan adanya virus AI di peternakan ayam petelur terutama yang belum mendapat program vaksinasi AI. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah meluasnya penularan dan meminimalkan kerugian ekonomi peternak. Upaya ini juga menjadi bagian dari sistem surveilans rutin untuk memetakan situasi penyakit di wilayah Kabupaten Jember. Metode pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan sampel usap (swab) kloaka dan/atau trakea pada ayam petelur yang mewakili populasi kandang. Pemeriksaan menggunakan rapid test antigen Avian Influenza untuk mendeteksi keberadaan antigen virus secara cepat. Berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test antigen yang telah dilakukan, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukan adanya kejadian Avian Influenza pada lokasi yang diperiksa. Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan unggas di lokasi sampling dalam keadaan aman dan terkendali.
Selain pemeriksaan, tim juga memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya kewaspadaan dini terhadap AI. Peternak dihimbau untuk segera melaporkan apabila terjadi peningkatan kematian mendadak, penurunan produksi telur secara signifikan, perubahan warna jengger menjadi kebiruan, gangguan pernapasan, atau gejala lain yang mencurigakan. Penerapan biosekuriti yang ketat, seperti pembatasan lalu lintas orang dan kendaraan, desinfeksi rutin, penggunaan alat pelindung diri, serta pengelolaan limbah yang baik, ditekankan sebagai langkah utama pencegahan.
Manfaat screening ini tidak hanya untuk memastikan status kesehatan ternak saat ini, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan jangka panjang terhadap usaha peternakan. Dengan adanya pemeriksaan rutin dan edukasi berkelanjutan, risiko terjadinya wabah dapat ditekan sedini mungkin. Upaya ini sekaligus mendukung pendekatan kewaspadaan terpadu dalam menjaga kesehatan hewan dan keamanan produk asal hewan.
Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan surveilans dan pembinaan teknis kepada peternak sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas ekonomi peternak, dan kesehatan masyarakat. Melalui sinergi lintas unit kerja dan partisipasi aktif peternak, diharapkan wilayah Kabupaten Jember tetap bebas dari kejadian Avian Influenza serta mampu mempertahankan produktivitas ayam petelur secara berkelanjutan.

Galeri Foto