Kejadian Tanah Longsor di Jember: Sejumlah Kecamatan Terdampak, BPBD Lakukan Assessment dan Imbau Waspada
- 14 Februari 2026
- Dibaca 408 Kali
Bagikan Via:
Kejadian Tanah Longsor di Jember: Sejumlah Kecamatan Terdampak, BPBD Lakukan Assessment dan Imbau Waspada
BPBD Kabupaten Jember melaporkan terjadinya sejumlah kejadian tanah longsor di berbagai wilayah Kabupaten Jember pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Jember sejak siang hingga malam hari. Berdasarkan laporan yang diterima, tanah longsor dan ambrolnya plengsengan terjadi di beberapa kecamatan, yakni Kaliwates, Patrang, Jelbuk, Rambipuji, dan Panti. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak pada infrastruktur, fasilitas umum, serta mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.
Di Kecamatan Kaliwates, tepatnya di Lingkungan Kaliwates Kidul, Kelurahan Kaliwates, terjadi ambrolnya plengsengan sungai dengan perkiraan panjang 3 meter dan tinggi 6 meter. Selain itu, pagar bagian belakang SDN 01 Kaliwates juga dilaporkan ikut ambrol akibat tergerus aliran air dan kondisi tanah yang labil. Sementara itu, di Kecamatan Patrang, kejadian longsor terjadi di Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor, berupa ambrolnya plengsengan rumah yang mengancam bangunan warga. Kejadian serupa juga terjadi di Jalan Branjangan, Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, di mana tebing rumah ambrol dan berpotensi menyebabkan dua rumah terdampak longsor.
Dampak longsor juga terjadi di Kecamatan Jelbuk, tepatnya di Dusun Pakel, Desa Sucopangepok. Sebuah jembatan penghubung antara Dusun Pakel dan Dusun Krajan Barat dilaporkan ambrol, sehingga akses kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Kondisi jembatan tersebut dinilai masih berpotensi mengalami ambrol susulan apabila hujan lebat kembali terjadi. Di Kecamatan Rambipuji, ambrolnya plengsengan bantaran Sungai Dinoyo di wilayah Tempean, Desa Rambipuji, dengan lebar sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter, turut menjadi perhatian karena berdekatan dengan permukiman warga.
Sementara itu, di Kecamatan Panti, tepatnya di Dusun Glengsengan, Desa Suci, satu rumah warga mengalami rusak ringan akibat kejadian tanah longsor. Rumah tersebut dihuni oleh seorang warga lanjut usia bersama anggota keluarganya. Selain itu, jembatan penghubung antar desa di wilayah tersebut juga dilaporkan ambrol, sehingga mengganggu mobilitas warga. Berdasarkan kronologis kejadian, hujan deras yang berlangsung selama berjam-jam, ditambah kondisi tanah yang sudah jenuh dan labil, menjadi faktor utama terjadinya longsor di sejumlah titik tersebut. Informasi ini juga sejalan dengan rilis kewaspadaan cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 10–20 Februari 2026 di wilayah Jawa Timur.
Sebagai langkah awal, BPBD Kabupaten Jember telah melakukan koordinasi lintas sektor serta assessment di lokasi terdampak. Hingga saat ini, kondisi secara umum dilaporkan aman dan terkendali, meskipun tanah di beberapa titik masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. BPBD merekomendasikan peningkatan kewaspadaan masyarakat, pelaksanaan kerja bakti pembersihan longsor oleh pemerintah kelurahan bersama warga setelah cuaca membaik, serta kemungkinan distribusi logistik dan pemasangan terpal darurat di lokasi terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda longsor susulan.