logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan di Patrang Belum Usai, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga

  • 20 Oktober 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-di-patrang-belum-usai-bpbd-jember-salurkan-5000-liter-air-bersih-untuk-warga-20261021

Kekeringan di Patrang Belum Usai, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga

JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Krisis air bersih akibat dampak kekeringan masih dirasakan warga Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter dalam distribusi ke-9, Selasa 20 Oktober 2026 malam.

Penyaluran air bersih dilakukan di dua lokasi, yakni Lingkungan Cangkring, RT 001 dan RT 002 RW 003, serta Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Berdasarkan laporan BPBD Jember, kekurangan air bersih di Lingkungan Cangkring telah berlangsung sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat sumber air dari sumur warga mulai mengering dan tidak lagi layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dampaknya, warga kesulitan memperoleh air untuk minum maupun keperluan rumah tangga lainnya. Bahkan, sebagian warga harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dari rumah menuju sungai untuk mendapatkan sumber air.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kekeringan tidak hanya mengurangi ketersediaan air, tetapi juga menambah beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pendataan BPBD, di Lingkungan Cangkring, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) dari total 64 KK di RT 002 RW 003 terdampak kekurangan air bersih. Sementara itu, di RT 001 RW 003, terdapat 65 KK dari total 80 KK yang mengalami kondisi serupa.

Adapun di Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, sebanyak 20 KK di RT 004 RW 009 juga terdampak kekurangan air bersih.

Dengan demikian, jumlah warga terdampak di ketiga wilayah tersebut tercatat mencapai 135 KK.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 19.30 WIB dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas kemudian menyalurkan air bersih dari satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke tandon-tandon yang tersedia di lokasi.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD juga menyediakan empat tandon milik instansi untuk membantu menampung persediaan air bersih bagi warga. Selain penyaluran bantuan, petugas mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak.

Ali Maskur Bakri dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember menjelaskan bahwa distribusi air bersih merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang masih dialami masyarakat.

“Penyaluran air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. Kami juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih sehingga persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ali.

Hingga 20 Oktober 2026, total air bersih yang telah disalurkan BPBD Jember ke wilayah tersebut tercatat mencapai 37.500 liter. Distribusi ke-9 ini menjadi bagian dari penanganan berkelanjutan untuk membantu warga yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

BPBD Jember merekomendasikan agar bantuan air bersih kembali disalurkan setiap empat hari sekali menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait perlu diteruskan untuk mendorong penanganan lebih lanjut terhadap persoalan kekurangan air bersih di wilayah tersebut.

Penanganan jangka panjang diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada distribusi air tangki, terutama apabila sumber air di lingkungan permukiman belum kembali mencukupi kebutuhan warga.

Kegiatan distribusi air bersih berakhir pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung tanpa kendala. BPBD Kabupaten Jember terus melakukan upaya penanganan sesuai kebutuhan di lapangan guna membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Melalui distribusi bantuan dan koordinasi lintas sektor, diharapkan kebutuhan dasar warga Kelurahan Patrang tetap terpenuhi selama kondisi kekurangan air bersih masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto