Kemarau Memanjang, Puluhan Warga Jatian Pakusari Mulai Kesulitan Air Bersih
- 11 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Kemarau Memanjang, Puluhan Warga Jatian Pakusari Mulai Kesulitan Air Bersih
JEMBER, 11 September 2026 — Memasuki musim kemarau, warga Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut terjadi sejak awal Agustus 2026 seiring mengecilnya sumber air alami yang selama ini dimanfaatkan warga.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kemudian melakukan distribusi air bersih perdana ke wilayah tersebut pada Jumat, 11 September 2026. Sebanyak 2.500 liter air bersih disalurkan dan ditampung di tandon BPBD untuk memenuhi kebutuhan warga.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Umam, mengatakan distribusi dilakukan setelah pihaknya menerima permohonan bantuan air bersih dari Kecamatan Pakusari.
“Sejak awal Agustus memasuki musim kemarau, sebagian warga di Dusun Krajan mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air alami yang berada di dekat sawah juga mulai mengecil,” kata Umam dalam laporan BPBD Jember.
Menurut dia, sumber air alternatif tersebut berjarak sekitar 300 meter dari permukiman. Sementara sungai yang berjarak sekitar 500 meter tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi karena kondisi air tidak layak.
Kondisi paling terdampak berada di RT 02/RW 08. Dari sekitar delapan sumur warga, sekitar 90 persen mulai memperlihatkan dasar sumur. Sebagian sumur bahkan dilaporkan mengeluarkan bau.
BPBD mencatat sekitar 50 kepala keluarga (KK) di RT 02/RW 08 membutuhkan pasokan air bersih. Adapun warga RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 relatif masih tercukupi untuk kebutuhan minum, tetapi tetap membutuhkan air untuk mandi dan mencuci.
Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Selain mendistribusikan air, petugas berkoordinasi dengan perangkat desa dan RT/RW, memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan, serta melakukan pendataan dan dokumentasi.
Pemeriksaan terhadap sistem pipanisasi belum dapat dilakukan karena listrik di lokasi sedang padam.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 2.500 liter setiap dua hari sekali. Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait.
“Untuk sementara, distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkala agar kebutuhan warga yang terdampak tetap terpenuhi,” ujar Umam.
Distribusi air tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat Desa Jatian, perangkat RT/RW, serta warga setempat. Pemerintah Desa Jatian sebelumnya telah melaporkan kondisi kekeringan tersebut kepada BPBD Jember.(tgh)