Ketua DPRD dan Bupati Jember Pantau Langsung Banjir Mumbulsari di Tengah Agenda Bunga Desaku
- 07 April 2026
- Dibaca 193 Kali
Bagikan Via:
Ketua DPRD dan Bupati Jember Pantau Langsung Banjir Mumbulsari di Tengah Agenda Bunga Desaku
JEMBER, 07 APRIL 2026 - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember mengakibatkan sungai meluap dan merendam jalan raya di Kecamatan Mumbulsari pada Senin, 6 April 2026.
Akibat genangan air yang mencapai setinggi paha orang dewasa, akses lalu lintas lumpuh dan memaksa para pengendara mencari rute alternatif.
Di saat bersamaan, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, tengah mendampingi Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), dalam agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di kecamatan tersebut.
Mendengar kabar bencana, keduanya segera beranjak untuk meninjau titik lokasi banjir.
Ahmad Halim menyatakan komitmennya untuk segera mengevaluasi pemicu banjir yang diduga kuat berasal dari pendangkalan sungai.
Terkait pendanaan darurat, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dana khusus.
“Kita akan bahas. Untuk penanggulangannya, kami punya pos anggaran BTT (Bantuan Tidak Terduga) sebesar Rp15 miliar di APBD awal, yang bisa digunakan untuk kepentingan kedaruratan,” paparnya.
Halim menambahkan bahwa Jember juga menerima sokongan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk perbaikan infrastruktur pengatur air.
“Termasuk embung dan saluran yang menjadi penahan air. Ini pun akan segera dibangun,” terangnya.
Jika dana BTT saat ini dirasa belum mencukupi untuk menangani dampak bencana, pihak legislatif membuka peluang penambahan anggaran pada perubahan APBD 2026.
Bupati Jember, Gus Fawait, yang turun langsung ke lapangan mengonfirmasi bahwa air sungai memang sudah meluap hingga menutup badan jalan.
“Kami sedang ada acara tadi, langsung melakukan inspeksi untuk meninjau kondisi. Memang air dari sungai ini sudah meluap ke jalan,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, sedimentasi sungai menjadi faktor utama penyebab daya tampung air tidak maksimal. Sebagai solusi jangka pendek, alat berat akan segera dikerahkan ke lokasi.
“Maka kami siapkan alat berat di sini untuk penanganan kedaruratan banjir, yang bisa digunakan membantu agar tidak terjadi banjir saat hujan,” imbuhnya.
Mengingat banyak sungai yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Pusat, Gus Fawait berencana segera melakukan koordinasi dan pemetaan wilayah rawan.
“Ini kan pendangkalan dan juga ada sampah yang menumpuk. Besok kami akan membantu. Tapi secara umum, nanti menjadi kewenangan provinsi dan akan kita sampaikan,” terangnya.
Ia menegaskan pentingnya pemetaan menyeluruh untuk dilaporkan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami lakukan pemetaan dan akan kita sampaikan ke pemerintah pusat dan provinsi, karena kebanyakan sungai ini menjadi kewenangannya,” sambungnya. (gil)