KKN Kolaboratif di Wirolegi Fokus Empat Bidang Prioritas, Termasuk Pengelolaan Sampah
- 22 Juli 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
KKN Kolaboratif di Wirolegi Fokus Empat Bidang Prioritas, Termasuk Pengelolaan Sampah
JEMBER, 22 JULI 2026 - Program Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) 2026 yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember hingga beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur, akhirnya tiba di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Tahun ini, KKN yang diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Pemkab Jember tersebut, berfokus pada empat bidang prioritas, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengelolaan sampah.
MRR Ratna Endang Widuatie, S.S,. M.A, selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN-K Kelurahan Wirolegi, menyampaikan bahwa mahasiswa KKN-K tidak hanya berfokus pada pendataan dan verifikasi di lapangan, melainkan pula empat bidang prioritas yang sebelumnya telah disebutkan di atas.
"Empat bidang mandatory yang menjadi fokus adalah kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan penanganan sampah. Harapannya, melalui program ini dapat mendukung terwujudnya Jember yang maju sebagaimana program Bupati Jember," seusai serah terima mahasiswa KKN-K di Pendopo Kelurahan Wirolegi, Senin 20 Juli 2026.
Sementara, pada bidang pengelolaan sampah, Ratna mengatakan bahwa Kelurahan Wirolegi telah memiliki tim yang menangani persoalan tersebut.
Oleh karena itu, kata Ratna, mahasiswa KKN akan memperkuat program yang sudah berjalan dengan membentuk kelompok-kelompok kecil di setiap lingkungan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan.
"Mahasiswa nantinya hanya memperkuat kelompok yang sudah ada hingga per lingkungan. Ketika masa KKN selesai, masyarakat tetap dapat melanjutkan program tersebut sehingga tidak berhenti setelah mahasiswa pulang," katanya.
Setelah itu, lanjut Ratna, kelompok-kelompok pengelola sampah di setiap lingkungan akan didaftarkan ke bank sampah tingkat kabupaten sehingga memperoleh legalitas berupa surat keputusan (SK), bantuan sarana pemilahan sampah, serta pendampingan dan pelatihan dari pemerintah.
"Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis,” terangnya.
Ia menjelaskan, sasaran program diatas, mulai dari anak-anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga ibu rumah tangga. “Tujuannya agar mereka dapat ikut berperan dalam pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.
Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP., M.M., mengatakan bahwa sebanyak 13 mahasiswa diterima untuk melaksanakan KKN di wilayahnya, terdiri atas sembilan mahasiswa putri dan empat mahasiswa putra.
Ia berharap sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Kelurahan Wirolegi, dan masyarakat setempat dapat menghasilkan berbagai inovasi serta solusi terhadap persoalan yang ada di lingkungan, khususnya pada bidang yang menjadi fokus mahasiswa KKN-K.
"Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif Tahun 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan program-program pemerintah di Kelurahan Wirolegi," harapnya.(fat)