KLB Campak Jadi Alarm, Dinkes PPKB Jember dan UNICEF Perkuat Kolaborasi Imunisasi di Sidomulyo
- 02 April 2026
- Dibaca 402 Kali
Bagikan Via:
KLB Campak Jadi Alarm, Dinkes PPKB Jember dan UNICEF Perkuat Kolaborasi Imunisasi di Sidomulyo
JEMBER, 02 APRIL 2026 - Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah menjadi alarm serius bagi upaya perlindungan kesehatan anak. Menjawab kondisi tersebut, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember bersama UNICEF memperkuat langkah kolaboratif melalui kegiatan advokasi dan supervisi program imunisasi yang digelar pada Rabu, 01 April 2026, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro.
Kegiatan ini menghadirkan Suradi, SKM., M.Kes., selaku Consultant National Provincial Immunization UNICEF, bersama tim promosi kesehatan, koordinator imunisasi, serta koordinator KIA Puskesmas Semboro. Turut hadir pula unsur lintas sektor, termasuk Babinsa dari TNI dan personel POLRI, yang turut mendukung penguatan pelaksanaan program imunisasi di tingkat desa.Rombongan disambut langsung oleh Camat Semboro, Kepala Desa Sidomulyo, beserta jajaran perangkat desa. Diskusi berlangsung di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Sidomulyo dengan fokus pada penguatan strategi, peningkatan cakupan imunisasi, serta upaya pencegahan KLB campak yang tengah terjadi.Dalam paparannya, Suradi menegaskan bahwa kondisi imunisasi di Kabupaten Jember masih perlu perhatian serius. Menurutnya, Jember adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang kondisi imunisasinya tidak baik-baik saja. Meski saat ini terdapat KLB campak di tiga puskesmas, yaitu Sumberjambe, Ledokombo, dan Silo 2."Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah KLB adalah melaksanakan ORI dan kampanye campak, serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor agar cakupan imunisasi dapat tercapai secara tinggi, merata, dan bermutu,” ungkapnya.
Dari pihak Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat.“Dengan adanya dukungan dari tokoh lokal, tingkat partisipasi masyarakat di posyandu atau puskesmas diharapkan meningkat, sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity dapat tercapai. Kesehatan anak bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat demi masa depan generasi yang kuat,” tegasnya.
Kepala Desa Sidomulyo, Wasiso, S.IP, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan UNICEF terhadap desanya. “Kami sangat berterima kasih atas program imunisasi ini. Artinya pemerintah benar-benar peduli terhadap desa kami. Ini merupakan program yang sangat mulia karena menyasar generasi penerus bangsa, khususnya di Desa Sidomulyo. Kami berharap program-program seperti ini terus berlanjut, dan kami siap mendukung sepenuhnya,” ujarnya.Sementara itu, Koordinator Imunisasi Semboro, Wilujeng Dwi H., mengungkapkan bahwa tantangan imunisasi tidak hanya berasal dari aspek teknis. “Banyak tantangan dalam pelaksanaan imunisasi, bukan hanya dari petugas kesehatan saja. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kerja sama yang solid antar semua pihak agar setiap kendala dapat diselesaikan dengan baik,” jelasnya.Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus mencegah meluasnya KLB campak, demi mewujudkan generasi Jember yang sehat, tangguh, dan terlindungi. (ken)