Kolaborasi DPUPR Jember dan Kementerian PU, Percepat Perbaikan Jembatan Darungan Pascabanjir
- 24 April 2026
- Dibaca 128 Kali
Bagikan Via:
Kolaborasi DPUPR Jember dan Kementerian PU, Percepat Perbaikan Jembatan Darungan Pascabanjir
JEMBER, 23 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang memutus Jembatan Darungan di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat pemulihan akses vital bagi masyarakat.
Pada Kamis 23 April 2026, tim gabungan dari DPUPR Jember dan Kementerian PU turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Kegiatan difokuskan pada pembersihan pondasi serta sisa konstruksi jembatan yang rusak akibat derasnya arus banjir.
Selain itu, tim juga melakukan observasi menyeluruh guna mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kondisi teknis lapangan sebagai dasar penentuan metode pembangunan kembali yang tepat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Jember, Arif Liyantono, mengatakan langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memulihkan infrastruktur terdampak bencana.
Ia menegaskan sinergi dengan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan. “Kami bergerak cepat bersama Kementerian PU untuk membersihkan pondasi jembatan lama agar area kerja segera dapat ditangani optimal. Observasi juga dilakukan secara detail untuk menentukan metode pembangunan kembali yang paling tepat,” ujar Arif.
Menurutnya, Jembatan Darungan memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama yang menunjang mobilitas warga serta distribusi ekonomi. Karena itu, percepatan penanganan menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan BBPJN Jatim-Bali Kementerian PU, Andre Sirait, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang dilakukan Pemkab Jember. Ia menekankan pentingnya kajian teknis yang matang sebelum pembangunan kembali dilakukan.
“Pembersihan pondasi lama menjadi tahap awal penting untuk memastikan tidak ada sisa struktur yang mengganggu konstruksi baru. Observasi juga mempertimbangkan faktor hidrologi dan kekuatan arus sungai,” kata Andre.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Dengan pembersihan pondasi dan observasi intensif yang tengah berlangsung, pembangunan kembali Jembatan Darungan diharapkan segera direalisasikan. Pemerintah berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan tahan terhadap potensi bencana, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar. (yan)