Krisis Air Bersih di Antirogo Jember, 90 KK Kembali Terima Bantuan 5.000 Liter
- 08 September 2026
- Dibaca 179 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Bersih di Antirogo Jember, 90 KK Kembali Terima Bantuan 5.000 Liter
JEMBER, 08 SEPTEMBER 2026 – Musim kemarau menyebabkan warga di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Kondisi itu mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih secara berkala.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember kembali melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Selasa, 08 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan distribusi bantuan air bersih ke-17 untuk menangani dampak kekeringan.
Tim TRC BPBD Jember, Teguh Adi Prasetyo, mengatakan distribusi dilakukan setelah adanya permohonan bantuan dari Kelurahan Antirogo serta hasil asesmen lapangan yang menunjukkan warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.
“Dari hasil asesmen, warga membutuhkan penanganan berupa pendistribusian air bersih secara berkala karena sumber air yang tersedia belum mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Teguh.
Distribusi berlangsung sejak pukul 08.15 WIB. Tim BPBD berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB untuk melakukan pendampingan bersama PMI dan unsur masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, PMI mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga. Air kemudian ditampung di empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter yang tersedia di lokasi.
Dari empat tandon tersebut, dua tandon disiapkan BPBD Jember dan dua lainnya oleh PMI. Penyaluran turut melibatkan ketua RW serta warga setempat agar distribusi berjalan tertib.
Berdasarkan pendataan BPBD, warga terdampak berada di RT 02/RW 08 sebanyak 50 KK dan RT 02/RW 07 sebanyak 40 KK. Dengan demikian, total terdapat 90 KK yang membutuhkan pasokan air bersih.
Teguh menjelaskan, distribusi air bersih akan dilakukan secara berkala, terutama apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Rekomendasinya, distribusi air bersih dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter setiap distribusi,” ujarnya.
Hingga 8 September 2026, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 77.500 liter dalam rangka penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Jember.
Kegiatan distribusi di Lingkungan Pelinggian berlangsung aman dan kondusif serta selesai sekitar pukul 09.40 WIB. Tidak terdapat kendala selama pelaksanaan.
BPBD Jember mengimbau warga terdampak kekeringan untuk menggunakan air secara bijak dan segera berkoordinasi dengan perangkat kelurahan apabila kebutuhan air bersih kembali meningkat.
Distribusi tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, PMI, ketua RW, serta warga setempat sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (tgh)