Kusta Bisa Disembuhkan, Puskesmas Arjasa Perkuat Deteksi Dini Lewat ACF
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
Kusta Bisa Disembuhkan, Puskesmas Arjasa Perkuat Deteksi Dini Lewat ACF
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Penemuan kasus sejak dini menjadi langkah penting untuk memutus risiko penularan sekaligus mencegah kecacatan akibat penyakit kusta. Untuk memperkuat upaya tersebut, Puskesmas Arjasa menggelar lokakarya desa dan Active Case Finding (ACF) kusta di Balai Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kamis, 15 Oktober 2026, dengan dukungan Dinas Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanggulangan kusta melalui keterlibatan masyarakat dalam mengenali kemungkinan kasus di lingkungan sekitar. Penemuan dini diharapkan membuka akses lebih cepat bagi warga untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan yang sesuai.
Dokter umum Puskesmas Arjasa, dr. Adinda Putri, menegaskan bahwa kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman, tetapi dapat diobati hingga tuntas. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kusta bukan penyakit yang harus disembunyikan, melainkan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis secara tepat.
“Pentingnya Active Case Finding kusta ini merupakan usaha penemuan kasus sedini mungkin, sehingga pasien bisa segera tertangani dan diobati dengan tepat. Dengan pemeriksaan dan pengobatan rutin, pasien diharapkan dapat sembuh serta terhindar dari kecacatan,” ujar Adinda.
Menurutnya, persoalan kusta tidak hanya berkaitan dengan risiko penularan, tetapi juga kecacatan yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Oleh sebab itu, keterlambatan mengenali gejala dan memperoleh penanganan perlu dicegah melalui peningkatan pengetahuan masyarakat serta dukungan lingkungan sekitar.
Lokakarya desa ini juga melibatkan mitra potensial yang menyatakan komitmen untuk membantu menemukan warga dengan dugaan gejala kusta. Tokoh masyarakat, guru, TP PKK, dan kader memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi, mendorong warga memeriksakan diri, serta memberikan dukungan agar pasien menjalani pengobatan secara teratur.
Selain mengenali gejala, masyarakat juga perlu mengetahui bahwa pengobatan kusta di puskesmas tersedia secara gratis. Informasi ini diharapkan dapat mengurangi keraguan warga untuk mengakses layanan kesehatan ketika menemukan gejala yang mencurigakan.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Arjasa bersama mitra desa mendorong penguatan deteksi dini sebagai langkah nyata menuju penanggulangan kusta yang lebih efektif. Dukungan Dinkes PPKB Kabupaten Jember turut memperkuat upaya tersebut agar masyarakat semakin memahami pentingnya penemuan kasus, pengobatan sampai tuntas, dan pencegahan kecacatan.
“Semoga kegiatan ACF ini bermanfaat untuk menemukan kasus kusta sejak dini agar dapat segera ditangani. Harapannya, penyakit kusta bisa tereliminasi, khususnya di Kabupaten Jember dan juga di Indonesia,” pungkas Adinda. (ken)