logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Layanan Adminduk Jemput Bola, Warga Kritis di Lojejer Dibantu Perekaman KTP-el

  • 04 Mei 2026
  • Dibaca 176 Kali
Bagikan Via:
layanan-adminduk-jemput-bola-warga-kritis-di-lojejer-dibantu-perekaman-ktp-el-20260505

Layanan Adminduk Jemput Bola, Warga Kritis di Lojejer Dibantu Perekaman KTP-el

JEMBER, 04 MEI 2026 – Pemerintah terus memperkuat kehadiran layanan publik hingga tingkat kecamatan melalui program Peta Cinta (Pelayanan Terpadu Administrasi Kependudukan). Program ini memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan (adminduk) secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Melalui layanan tersebut, masyarakat kini dapat mengurus sekaligus mencetak dokumen seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran langsung di kantor kecamatan. Kebijakan ini dinilai mampu memangkas antrean panjang di kantor Dispendukcapil serta mempercepat pelayanan kepada warga.

Salah satu implementasi nyata program tersebut terjadi di Kecamatan Wuluhan. Petugas kecamatan melakukan perekaman data adminduk secara darurat terhadap seorang warga yang tengah dalam kondisi kritis di fasilitas kesehatan.

Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Wuluhan, Umi Nurianah, S.Sos, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari perangkat desa terkait seorang warga bernama Sugiyem yang dirawat di Puskesmas Lojejer. Warga tersebut diketahui belum memiliki dokumen administrasi kependudukan sama sekali.

“Dari laporan perangkat desa, yang bersangkutan dalam kondisi kritis dan tidak memiliki data adminduk. Sementara, beliau tinggal sendiri dan keluarganya berada di luar daerah, yakni di Sulawesi dan Surabaya,” ujarnya, Senin 04 Mei 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kecamatan segera berkoordinasi dan mengambil langkah cepat dengan melakukan perekaman data secara langsung di lokasi perawatan. Perekaman dilakukan di Puskesmas Lojejer pada Selasa, 27 April 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pelayanan darurat, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan administrasi yang bersangkutan, khususnya dalam pengurusan jaminan kesehatan melalui BPJS.

Umi menambahkan, kehadiran program Peta Cinta diharapkan mampu menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses, baik karena kondisi kesehatan maupun faktor geografis dan sosial.

“Ini bentuk nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Kami berupaya memastikan seluruh warga memiliki identitas kependudukan, terutama dalam situasi mendesak seperti ini,” imbuhnya.

Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat agar segera melengkapi dokumen adminduk guna mempermudah akses terhadap berbagai layanan publik, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. (riz)

Galeri Foto