logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Geliat Pasar Gebang Jember Kembali Terasa Usai Lebaran, Sayuran Jadi Komoditas Penopang Awal

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 234 Kali
Bagikan Via:
geliat-pasar-gebang-jember-kembali-terasa-usai-lebaran-sayuran-jadi-komoditas-penopang-awal-20260329

Geliat Pasar Gebang Jember Kembali Terasa Usai Lebaran, Sayuran Jadi Komoditas Penopang Awal

JEMBER, 28 MARET 2026 - Aktivitas ekonomi di Pasar Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menunjukkan pemulihan pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Setelah sempat melambat selama libur Lebaran, geliat perdagangan di pasar tradisional tersebut perlahan kembali. Sejumlah pedagang mulai membuka lapak, sementara warga kembali berbelanja untuk memenuhi kebutuhan harian.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu, 28 Maret 2026 pagi, suasana pasar memang belum sepenuhnya pulih seperti sebelum Ramadan. Namun, aktivitas ekonomi mulai terasa dengan meningkatnya jumlah pedagang yang berjualan serta arus pembeli yang datang bergantian.

Pedagang komoditas sayuran menjadi kelompok yang paling cepat kembali beraktivitas. Kondisi ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang kembali fokus pada konsumsi harian usai Lebaran.

Lapak-lapak yang telah buka didominasi penjual sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, tomat, dan bawang merah. Sementara itu, pedagang komoditas lain seperti sembako, pakaian, dan kebutuhan sekunder masih banyak yang belum beroperasi.

Niken, salah seorang pedagang sembako, mengaku baru kembali berjualan pada hari ini setelah libur Lebaran. Ia menilai permintaan sayuran cenderung lebih cepat pulih karena menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

“Kalau sayur itu kebutuhan harian, jadi pasti dicari. Apalagi setelah Lebaran, orang-orang mulai masak sendiri lagi di rumah,” ujarnya.

Selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, masyarakat umumnya berfokus pada pembelian bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, serta kebutuhan khas Lebaran seperti daging dan kue. Setelah hari raya, kebutuhan tersebut relatif telah terpenuhi karena sebagian warga sudah melakukan stok sebelumnya.

Meski aktivitas pasar mulai meningkat, belum semua pedagang kembali berjualan. Sejumlah kios masih terlihat tutup, terutama yang menjual pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan barang non-pokok.

Di sisi lain, pengelola pasar melakukan penyesuaian jam operasional. Jika sebelumnya pasar buka hingga sore hari, kini aktivitas perdagangan dibatasi hingga siang.

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember menyebut mayoritas transaksi memang terjadi pada pagi hingga menjelang siang. Karena itu, pemangkasan jam operasional dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan pedagang, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu kerja.

Mantri Pasar Gebang, Abdurrahman, memastikan perubahan jam operasional tidak memengaruhi pendapatan pedagang.

“Meski sekarang pasar tutup lebih awal, tidak berpengaruh pada pendapatan. Tetap normal, bahkan pedagang bisa pulang lebih cepat,” ujarnya. (hna)

Galeri Foto