logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Limbah Kulit Kopi Disulap Jadi Pakan Ternak, DKPPP Jember Dorong Integrasi Domba–Kopi Berkelanjutan

  • 16 Juli 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
limbah-kulit-kopi-disulap-jadi-pakan-ternak-dkppp-jember-dorong-integrasi-domba-kopi-berkelanjutan-20260716

Limbah Kulit Kopi Disulap Jadi Pakan Ternak, DKPPP Jember Dorong Integrasi Domba–Kopi Berkelanjutan

Jember, 15 Juli 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Penetapan Pola Integrasi Domba–Kopi melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi sebagai Pakan Ternak di Aula UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (PT dan HMT), Dusun Curah Manis, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Rabu (15/7).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 17.00 WIB ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara sektor perkebunan kopi dan peternakan melalui konsep pertanian terpadu yang berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT PT dan HMT Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Plt. Kepala Bakorwil V Jember, Kepala DKPPP Kabupaten Jember drh. Sugiyarto, S.KH., M.Si., Pengelola Puskeswan Silo drh. Upakarti, serta para penyuluh, petani, dan peternak.

Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Sunaryo Hadi Warsito, drh., M.P. dari Universitas Airlangga dan Dr. Ir. Nur Widodo, S.Pt., M.Sc. dari Universitas Jember. Keduanya menjelaskan pentingnya penerapan sistem integrasi pertanian dan peternakan melalui pemanfaatan limbah perkebunan kopi sebagai bahan baku pakan ternak yang bernilai ekonomis.

Dalam sambutannya, Kepala DKPPP Kabupaten Jember drh. Sugiyarto, S.KH., M.Si. menegaskan bahwa limbah kulit kopi tidak lagi dipandang sebagai limbah yang mencemari lingkungan, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah apabila diolah dengan tepat.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak hanya berhenti pada tataran teori, melainkan segera diimplementasikan secara nyata di kelompok masing-masing. Para penyuluh dan pendamping lapangan harus menjadi motor penggerak utama penerapan teknologi ini di masyarakat,” tegas drh. Sugiyarto.

Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, perguruan tinggi, penyuluh, serta kelompok tani dan peternak untuk mengembangkan sistem peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip integrasi pertanian dan peternakan, yaitu 'akhir dari pertanian/perkebunan merupakan awal dari peternakan, dan akhir dari peternakan merupakan awal dari pertanian.' Dengan konsep tersebut, limbah kulit kopi dapat difermentasi menjadi pakan ternak berkualitas, sedangkan limbah peternakan berupa feses dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung produktivitas lahan.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan pakan fermentasi berbahan baku limbah kulit kopi. Demonstrasi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi petani dan peternak untuk mengembangkan inovasi pakan secara mandiri sekaligus menekan biaya produksi.

Melalui sosialisasi ini, DKPPP Kabupaten Jember berharap pola integrasi domba–kopi dapat menjadi model pengembangan pertanian terpadu yang mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, mengoptimalkan pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta peternak di Kabupaten Jember.(div)

Galeri Foto