logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Lomba Tari Kunang-Kunang TK Kabupaten Jember Resmi Dibuka, Kadispendik: “Ini Bukan Sekadar Perlombaan, Tetapi Bermain dan Menari di Atas Pentas”

  • 24 Juni 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
lomba-tari-kunang-kunang-tk-kabupaten-jember-resmi-dibuka-kadispendik-ini-bukan-sekadar-perlombaan-tetapi-bermain-dan-menari-di-atas-pentas-20260624

Lomba Tari Kunang-Kunang TK Kabupaten Jember Resmi Dibuka, Kadispendik: “Ini Bukan Sekadar Perlombaan, Tetapi Bermain dan Menari di Atas Pentas”

Jember, 24 Juni 2026 – Suasana Aula Lobi 1 Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tampak semarak dan penuh warna pada Rabu (24/6/2026). Ratusan anak Taman Kanak-Kanak dari berbagai penjuru Kabupaten Jember hadir mengikuti Lomba Tari Kunang-Kunang TK Kabupaten Jember yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Kegiatan yang mengusung tema “Harmoni Kunang-Kunang, Inspirasi Kreativitas Anak” tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono. Acara ini menjadi ajang unjuk bakat seni sekaligus wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri anak usia dini melalui seni tari.

Sejak pagi hari, para peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jember tampak antusias mempersiapkan penampilan terbaik mereka. Dengan mengenakan kostum berwarna-warni yang menggambarkan keindahan kunang-kunang, para anak didik hadir didampingi guru dan orang tua yang turut memberikan dukungan penuh.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seni bagi anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Anak-anak usia dini belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Seni tari menjadi salah satu sarana yang sangat efektif untuk melatih keberanian, kreativitas, kerja sama, disiplin, serta kemampuan berekspresi,” ujar Arief Tjahyono.

Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Ia mengajak seluruh peserta, guru, dan orang tua untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Ini bukan perlombaan dalam arti mencari siapa yang paling hebat. Bagi anak-anak TK, kegiatan ini adalah bermain sambil menari di atas pentas. Yang terpenting adalah keberanian mereka tampil, kegembiraan mereka bergerak bersama teman-temannya, dan pengalaman berharga yang mereka dapatkan hari ini,” tegas Arief Tjahyono.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para guru dan orang tua yang memenuhi aula. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan anak usia dini harus selalu berorientasi pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Kegiatan Lomba Tari Kunang-Kunang tahun 2026 diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Setiap kecamatan mengirimkan kelompok terbaiknya untuk menampilkan kreasi tari yang telah dipersiapkan selama beberapa minggu terakhir. Penampilan peserta tidak hanya menampilkan gerakan tari yang menarik, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran seni di satuan pendidikan anak usia dini. Melalui kegiatan seperti ini, guru dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk mengekspresikan diri serta mengembangkan berbagai aspek perkembangan, mulai dari motorik, sosial-emosional, bahasa, hingga seni.

Selain menjadi ajang pengembangan kreativitas anak, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar lembaga TK se-Kabupaten Jember. Kehadiran para guru dari berbagai kecamatan memberikan kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran anak usia dini.

Atmosfer aula semakin hidup ketika satu per satu kelompok tari mulai menampilkan pertunjukannya. Sorak sorai dan tepuk tangan dari para pendamping mengiringi setiap gerakan anak-anak yang tampil dengan penuh percaya diri. Meskipun masih berusia dini, para peserta mampu menunjukkan semangat luar biasa dalam mengekspresikan cerita dan tema yang dibawakan melalui gerakan tari.

Tema kunang-kunang dipilih karena memiliki makna filosofis yang mendalam. Kunang-kunang dikenal sebagai serangga kecil yang mampu memancarkan cahaya di tengah kegelapan. Filosofi tersebut diharapkan dapat menginspirasi anak-anak untuk menjadi generasi yang membawa semangat, kreativitas, dan harapan bagi masa depan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Arief Tjahyono juga mengajak para guru untuk terus menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan.

“Anak-anak yang hari ini tampil di atas panggung adalah generasi yang kelak akan melanjutkan pembangunan bangsa. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan belajar yang bahagia, aman, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru TK yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendampingi proses belajar anak. Menurutnya, keberhasilan anak tampil percaya diri di atas panggung tidak lepas dari peran guru yang sabar membimbing dan melatih mereka.

Sementara itu, para orang tua yang hadir mengaku bangga melihat putra-putri mereka tampil di hadapan banyak orang. Bagi sebagian anak, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama tampil di atas panggung besar. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang oleh anak-anak maupun keluarga mereka.

Pelaksanaan Lomba Tari Kunang-Kunang juga menjadi bukti nyata komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dalam mendukung pengembangan bakat dan minat peserta didik sejak usia dini. Melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, anak-anak diberikan kesempatan untuk belajar tanpa tekanan serta menikmati proses tumbuh kembang mereka secara optimal.

Di akhir sambutannya, Arief Tjahyono berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas dan inovatif. Ia meyakini bahwa seni merupakan salah satu media yang efektif untuk menumbuhkan karakter positif pada anak sejak dini.

Dengan semangat kebersamaan yang menyala seperti cahaya kunang-kunang, Lomba Tari Kunang-Kunang TK Kabupaten Jember Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan karakter, kreativitas, dan keberanian anak-anak. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi panggung kebahagiaan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan menari bersama, sekaligus menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cahaya dan potensi yang patut untuk terus dikembangkan.

Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh kecamatan di Kabupaten Jember ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, percaya diri, berkarakter, dan siap menjadi inspirasi bagi masa depan bangsa. Cahaya kecil dari panggung anak-anak hari ini diyakini akan menjadi sinar besar yang menerangi perjalanan mereka menuju masa depan yang gemilang. (HZ)

Galeri Foto