Longsor Terjang Dua Kecamatan di Jember hingga Rusak Fondasi Rumah, BPBD Imbau Warga Waspada
- 13 April 2026
- Dibaca 587 Kali
Bagikan Via:
Longsor Terjang Dua Kecamatan di Jember hingga Rusak Fondasi Rumah, BPBD Imbau Warga Waspada
JEMBER, 13 APRIL 2026 - Peristiwa tanah longsor terjadi di dua wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin 13 April 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian tersebut masing-masing melanda Dusun Tekoan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, serta Dusun Sumber Kijing, Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru. Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan bahwa kejadian ini berdampak pada kerusakan infrastruktur serta bangunan rumah warga di dua lokasi berbeda.
“Di Kecamatan Tanggul, longsor menyebabkan penurunan fondasi rumah milik warga serta keretakan pada plengsengan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 50 meter dengan tinggi sekitar 2 meter,” ujar Firman saat dikonfirmasi, Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan, rumah terdampak di Dusun Tekoan merupakan milik Taufiequrachman (34), yang dihuni lima jiwa. Kerusakan yang terjadi tergolong ringan, namun tetap membutuhkan penanganan lanjutan untuk mencegah dampak lebih besar.
Sementara itu, di Kecamatan Sumberbaru, longsor mengakibatkan fondasi rumah milik Muhamad Muhni (32) ambrol dengan dimensi tinggi sekitar 2 meter dan lebar 4,5 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Firman mengungkapkan, berdasarkan kronologis, longsor di Desa Tanggul Kulon terjadi sejak 9 April 2026 akibat hujan intensitas tinggi yang menyebabkan retakan dan penurunan pada plengsengan irigasi. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada fondasi rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Sedangkan di Desa Pringgowirawan, longsor terjadi lebih awal pada 7 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB, yang juga dipicu hujan lebat hingga menyebabkan ambrolnya tanah penahan di samping rumah warga.
Tim Reaksi Cepat BPBD Jember segera melakukan peninjauan lokasi, kaji cepat, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Upaya darurat yang dilakukan meliputi pemasangan terpal sementara dan distribusi bantuan berupa empat lembar terpal serta 50 karung untuk penanganan awal,” kata Firman.
Saat ini, material longsoran telah dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat, sementara area terdampak ditutup terpal untuk mengurangi risiko lanjutan.
BPBD Jember juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas PUPR untuk penanganan permanen, khususnya di wilayah Tanggul Kulon. Adapun di Sumberbaru, rencana tindak lanjut berupa kerja bakti pemasangan sandbag guna memperkuat area rawan longsor.
Firman menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana saat curah hujan tinggi.
“Kami mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan segera melapor jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar permukiman,” ujarnya. (tgh)