logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Lurah Jember Lor Kawal KKN Tiga Kampus, Program Pengelolaan Sampah Jadi Andalan

  • 20 Juli 2026
  • Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
lurah-jember-lor-kawal-kkn-tiga-kampus-program-pengelolaan-sampah-jadi-andalan-20260721

Lurah Jember Lor Kawal KKN Tiga Kampus, Program Pengelolaan Sampah Jadi Andalan

JEMBER, 20 JULI 2026 – Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak lagi sekadar identik dengan kegiatan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, KKN justru menjadi momentum lahirnya gerakan kolaboratif untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari sampah.

Keseriusan itu terlihat saat Lurah Jember Lor, Moh. Zaim Ilmi, S.Sos., M.Si., turun langsung meninjau kesiapan program KKN Kolaboratif mahasiswa Universitas Jember (Unej), Universitas Islam Jember (UIJ), dan Universitas PGRI Argopuro (Unipar), Senin 20 Juli 2026.

Didampingi Sekretaris Kelurahan Wahid Anwar, Kasi PMKS Sunartini, dan staf kelurahan Hamdani, Zaim Ilmi mengunjungi posko KKN, melihat langsung kondisi lingkungan, sekaligus berdiskusi dengan para mahasiswa mengenai berbagai program yang akan dijalankan selama masa pengabdian.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang dipimpin Bupati Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.

Dalam pemaparannya, para mahasiswa menghadirkan sejumlah inovasi yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat.

"Hari ini kami meninjau kesiapan program kerja mahasiswa KKN. Mereka telah memaparkan berbagai program yang akan dilaksanakan, salah satunya mendukung program prioritas Bupati Jember di bidang pengelolaan sampah. Selanjutnya juga akan menyusul pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) serta program-program lainnya yang menjadi fokus KKN di Kelurahan Jember Lor," ujar Zaim Ilmi.

Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pemerintah kelurahan dan mahasiswa agar seluruh kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Melalui kunjungan ini, kami melihat langsung lokasi kegiatan sekaligus membahas dan menyepakati program-program yang akan dilaksanakan mahasiswa. Harapannya, ketika mereka terjun ke masyarakat, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang nyata," katanya.

Zaim Ilmi juga berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan momentum KKN sebagai ruang belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

"Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Jaga kesehatan, jaga lingkungan, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan berikan dedikasi terbaik sehingga program KKN ini benar-benar meninggalkan manfaat bagi warga Kelurahan Jember Lor," tuturnya.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember, Iqbal, menjelaskan bahwa program unggulan KKN tahun ini mengusung konsep pengelolaan sampah terpadu dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat.

Program tersebut bermitra dengan BMC Pesona Jelo sebagai mitra utama, didukung Pemerintah Kelurahan Jember Lor, pengelola bank sampah, pedagang sayur dan buah, pengepul barang bekas, pedagang gorengan, hingga Karang Taruna.

Melalui kolaborasi tersebut, sampah akan dipilah menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC), sedangkan sampah plastik didaur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti taplak, terpal, dan aneka kerajinan.

Yang tak kalah menarik, limbah minyak jelantah akan diolah menjadi lilin aromaterapi bekerja sama dengan para pedagang gorengan. Program ini juga dirancang agar tetap berlanjut setelah masa KKN selesai dengan melibatkan Karang Taruna sebagai penggerak di tingkat masyarakat.

"Sebelum diterapkan kepada masyarakat, kami akan melakukan uji coba terlebih dahulu. Setelah produknya siap, kami akan mengadakan sosialisasi, pendampingan, dan monitoring agar program pengelolaan sampah ini dapat berjalan secara berkelanjutan," jelas Iqbal. (rus)

Galeri Foto