Lurah Tegalgede Terima Akademisi FMIPA Unej dan The Jannah Institute, Matangkan Launching Kampung Literasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
- 04 Juni 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Lurah Tegalgede Terima Akademisi FMIPA Unej dan The Jannah Institute, Matangkan Launching Kampung Literasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
TEGALGEDE – Komitmen Kelurahan Tegalgede dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan budaya literasi masyarakat terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi strategis. Pada Rabu, 3 Juni 2026, Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, ST, MM, menerima kunjungan tim akademisi dari FMIPA Universitas Jember bersama perwakilan The Jannah Institute di ruang kerja lurah.
Pertemuan tersebut digelar dalam rangka koordinasi dan pemantapan persiapan launching Kampung Literasi Kelurahan Tegalgede, sebuah program kolaboratif yang merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dari kalangan akademisi dan pegiat literasi. Hadir dalam kegiatan tersebut, Milatuz Zahroh, dosen Matematika FMIPA Universitas Jember sekaligus Ketua Kelompok Riset Pengabdian Masyarakat, serta Prita Hendriana Wijayanti yang juga dikenal sebagai Ketua Kampung Literasi Kaliurang dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI untuk lokus Kabupaten Jember.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi, berbagai aspek teknis maupun substansi program dibahas secara mendalam. Kampung Literasi yang akan diluncurkan di Kelurahan Tegalgede tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca masyarakat, namun juga dirancang sebagai gerakan pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.
Milatuz Zahroh menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan literasi yang kontekstual, masyarakat diajak untuk belajar dan berkembang sesuai kebutuhan lingkungan sekitar.
“Kami ingin menghadirkan literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian ekonomi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Prita Hendriana Wijayanti menyampaikan bahwa Kampung Literasi Tegalgede diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Menurutnya, literasi harus menjadi gerakan yang hidup dan tumbuh dari kebutuhan warga.
Program Kampung Literasi Tegalgede akan berfokus pada tiga bidang utama, yakni pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bentuk literasi lingkungan, penguatan jiwa kewirausahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga, serta pemanfaatan lahan melalui budidaya tanaman hidroponik yang dapat menjadi sarana edukasi sekaligus peluang usaha.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kelurahan Tegalgede sebagai lokasi pengembangan Kampung Literasi. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pembangunan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami sangat mendukung program Kampung Literasi ini. Harapannya, kehadiran program ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang berkelanjutan bagi masyarakat Tegalgede serta mampu melahirkan berbagai inovasi dan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi warga,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, akademisi, dan pegiat literasi, Kampung Literasi Tegalgede diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang inspiratif. Kehadirannya tidak hanya memperkuat budaya belajar, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui kekuatan literasi.