Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Slateng, Ratusan Jamaah Diajak Perkuat Cinta Rasul dan Kebersamaan
- 14 September 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Slateng, Ratusan Jamaah Diajak Perkuat Cinta Rasul dan Kebersamaan
JEMBER, 14 SEPTEMBER 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baitul Ibadah, Dusun Kopang, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Senin 14 September 2026 malam.
Kegiatan pengajian umum yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 22.20 WIB tersebut dihadiri sekitar 250 jamaah. Mereka terdiri atas tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, serta masyarakat Desa Slateng yang datang untuk mengikuti rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut mengangkat semangat untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ketua Panitia, Muhammad Iqbal Holik, menjadi penanggung jawab kegiatan yang berlangsung di lingkungan Masjid Baitul Ibadah tersebut. Hadir dalam kegiatan antara lain KH. Musleh Adnan dari Nahdlatut Takmiliyah Pamekasan, KH. Fayyadus Syurur dari PP Raudhatul Ulum Ledokombo, Kepala Desa Slateng M. Misu beserta perangkat desa, serta K. Djoyo Wardi selaku Pengasuh Yayasan Islam Al Inaroh Slateng.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan tahlil dan shalawat Nabi. Suasana semakin khidmat ketika jamaah bersama-sama melantunkan shalawat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Slateng M. Misu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ia berharap seluruh jamaah yang hadir dapat memperoleh keberkahan serta syafaat Rasulullah SAW.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah turut serta menyukseskan kegiatan pada malam hari ini. Semoga melalui peringatan Maulid Nabi ini kita semua semakin mencintai Rasulullah SAW dan mendapatkan syafaat beliau,” ujar M. Misu.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Fayyadus Syurur mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan cara meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus diterjemahkan dalam sikap nyata, seperti memperbanyak shalawat, berbuat baik, menjaga hubungan antarsesama dan membangun kehidupan bermasyarakat yang dilandasi nilai-nilai Islam.
Ia juga menyampaikan bahwa majelis Maulid merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan sekaligus mengingat kembali besarnya nikmat Allah SWT atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.
Senada dengan itu, KH. Musleh Adnan mengajak jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT atas diutusnya Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan kembali perjalanan panjang perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran Islam dan membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia.
Perjuangan Rasulullah, kata dia, menjadi pelajaran penting bagi umat Islam agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan serta senantiasa menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam tausiyahnya, KH. Musleh Adnan juga menekankan pentingnya memperbanyak shalawat sebagai salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ledokombo, khususnya dalam aspek keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Sebanyak 14 personel dilibatkan dalam pengamanan kegiatan, terdiri atas dua personel Polsek Ledokombo, satu personel Koramil Ledokombo, satu personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, serta 10 personel Linmas Desa Slateng.
Pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib dan lancar, mengingat jumlah jamaah yang mencapai sekitar 250 orang.
Camat Ledokombo, Roni Herman Baza, AP, menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah desa, tokoh agama, petugas keamanan dan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah cukup besar membutuhkan sinergi semua pihak. Bukan hanya panitia, tetapi juga pemerintah desa, unsur keamanan dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang kondusif.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan Maulid Nabi di Desa Slateng. Kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai positif karena selain meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” ujar Roni Herman Baza.
Camat juga menekankan bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan merupakan hasil dari kesadaran bersama. Karena itu, keterlibatan Linmas dan masyarakat dalam membantu pengamanan kegiatan menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, Satpol PP, Linmas, tokoh agama dan masyarakat seperti ini perlu terus dipertahankan. Dengan kebersamaan, kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib dan nyaman,” tambahnya.
Dari sisi sosial, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang bertemunya berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Kehadiran tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial warga Desa Slateng.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kejujuran, kesabaran, kepedulian, persaudaraan dan sikap saling menghormati merupakan nilai yang dapat terus diterapkan untuk memperkuat harmoni sosial.
Setelah rangkaian tausiyah, kegiatan ditutup dengan doa. Seluruh rangkaian acara hingga berakhir sekitar pukul 22.20 WIB berjalan dalam suasana aman, tertib dan lancar.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Baitul Ibadah tersebut pun menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Bagi masyarakat Slateng, kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan, sekaligus merawat kebersamaan dan kerukunan masyarakat di Kecamatan Ledokombo.(yus)