Memperkuat Pembangunan Desa, Kecamatan Sukorambi Sambut 22 Mahasiswa KKN STIS Abu Zairi
- 04 Agustus 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Memperkuat Pembangunan Desa, Kecamatan Sukorambi Sambut 22 Mahasiswa KKN STIS Abu Zairi
JEMBER, 04 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, secara resmi menerima 22 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Abu Zairi Bondowoso di Pendopo Kecamatan Sukorambi, Selasa 04 Agustus 2026. Seluruh peserta KKN tersebut dijadwalkan mengabdi di dua lokasi, yakni Desa Karangpring dan Desa Klungkung.
Acara penerimaan dan serah terima ini dihadiri langsung oleh Camat Sukorambi Musyaffa, S.H.I., M.M., Ketua Panitia KKN STIS Abu Zairi Bondowoso Dody Wahyono Suryo A., S.H., M.M.Pd., jajaran jajaran Pemerintah Kecamatan Sukorambi, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Camat Sukorambi, Musyaffa, menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat melalui program kerja yang konkret dan berdampak positif.
"Kami berharap mahasiswa mampu menghadirkan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga memberikan manfaat nyata selama pelaksanaan KKN," ujar Musyaffa.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN STIS Abu Zairi Bondowoso, Dody Wahyono Suryo A., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat dari Pemerintah Kecamatan Sukorambi. Ia menuturkan bahwa pengabdian di Kecamatan Sukorambi ini merupakan kali pertama STIS Abu Zairi melaksanakan KKN di wilayah Kabupaten Jember.
"Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik ini. Kami siap menyinergikan program kerja mahasiswa dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember agar kehadiran KKN ini benar-benar membawa kemanfaatan bagi warga," kata Dody.
Kolaborasi dan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat demi mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, keberadaan mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa. (hus)