Program Peta Cinta, Lima Warga di Desa Selodakon Akhirnya Punya E-KTP
- 10 September 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Program Peta Cinta, Lima Warga di Desa Selodakon Akhirnya Punya E-KTP
JEMBER, 10 SEPTEMBER 2026 — Program Peta Cinta kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Pelayanan dilakukan secara jemput bola dengan mendatangi langsung warga yang mengalami keterbatasan untuk mengakses layanan di kantor pemerintahan.
Pada Kamis, 10 September 2026, tim pelaksana Peta Cinta turun langsung ke kediaman warga di Dusun Tegal Paron, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul. Mereka melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) secara on the spot (OTS) mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Pelayanan tersebut menyasar lima warga yang belum memiliki Kartu Keluarga (KK) maupun e-KTP. Mereka terdiri atas warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga tidak memungkinkan datang langsung ke kantor pelayanan.
Kelima warga penerima layanan tersebut yakni Nur Hayati, penyandang disabilitas yang tidak dapat berjalan; Tipa, Fatima, Sati, dan Hasan yang merupakan warga lanjut usia. Dengan pelayanan langsung ke rumah, proses administrasi kependudukan dapat dilakukan tanpa membebani warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun usia.
Rombongan pelayanan dipimpin Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Tanggul Agus Rahmad. Ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Selodakon Suryanto, Babinsa, serta petugas Peta Cinta Kecamatan Tanggul.
Agus mengatakan, pelayanan jemput bola tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak pelayanan administrasi kependudukan secara setara.
“Peta Cinta hadir untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam pelayanan. Bagi warga lanjut usia atau berkebutuhan khusus, datang ke kantor bukan hal yang mudah. Karena itu, kami yang datang menemui mereka agar pelayanan dapat diberikan secara tepat, cepat, dan tuntas sampai ke rumah. Ini merupakan komitmen kami,” ujar Agus.
Salah satu penerima manfaat, Fatima (65), mengaku terharu karena akhirnya dapat memiliki KTP setelah sekian lama mengalami keterbatasan untuk datang ke kantor pelayanan.
“Sudah lama saya ingin punya KTP, tetapi kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan untuk berjalan jauh. Saya tidak menyangka petugas datang langsung ke rumah. Terima kasih banyak, pemerintah benar-benar peduli kepada kami yang sudah lanjut usia. Sekarang saya sudah memiliki KTP sendiri dan rasanya sangat tenang,” tuturnya.
Kehadiran petugas di tengah masyarakat pun mendapat sambutan hangat dari keluarga penerima layanan. Selain mempermudah proses administrasi, pelayanan tersebut juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat. (psn)