logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Hadiri Kupatan di Pendopo, Lurah Bintoro Tekankan Sinergi Pelayanan dan Kepedulian Sesama

  • 27 Maret 2026
  • Dibaca 142 Kali
Bagikan Via:
hadiri-kupatan-di-pendopo-lurah-bintoro-tekankan-sinergi-pelayanan-dan-kepedulian-sesama-20260328

Hadiri Kupatan di Pendopo, Lurah Bintoro Tekankan Sinergi Pelayanan dan Kepedulian Sesama

JEMBER, 27 MARET 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember kembali meneguhkan nilai-nilai religiusitas dan gotong royong melalui agenda Kupatan bersama yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu 25 Maret 2026. Agenda ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas, hingga para Camat dan Lurah se-Kabupaten Jember.

Lurah Bintoro, Pairi, hadir memenuhi undangan tersebut dengan antusiasme tinggi. Bagi Bapak Pairi, kehadiran para Lurah dalam satu forum besar di Pendopo merupakan bentuk pengakuan atas peran penting pemerintahan tingkat bawah dalam struktur pembangunan daerah.

"Kami dari Kelurahan Bintoro sangat bersyukur bisa hadir di tengah jajaran pimpinan daerah. Acara Kupatan ini mendinginkan suasana setelah rutinitas pekerjaan yang padat. Di sini, kita bisa saling bertukar pikiran dengan Lurah lain maupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara lebih santai namun tetap terukur," tutur Pairi, Jumat 27 Maret 2026.

Dia juga menekankan bahwa instruksi menghadirkan seluruh karyawan bagi perangkat daerah tertentu menunjukkan betapa besarnya komitmen Bupati dan Sekda dalam membangun solidaritas internal. "Ini bukan hanya tentang formalitas, tapi tentang membangun jiwa korsa. Di Bintoro, kami akan menerapkan semangat serupa agar kerja tim di kelurahan semakin kompak," tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Bupati Jember, Muhammad Fawait. Dia melihat bahwa konsistensi Pemkab Jember dalam merayakan Kupatan di Pendopo adalah sinyal positif bagi iklim investasi dan sosial di Jember.

"Jika para birokratnya rukun, mulai dari tingkat kabupaten sampai kelurahan seperti di Bintoro ini, maka masyarakat yang akan merasakan dampaknya. Kupatan adalah simbol 'mengaku lepat' atau mengakui kesalahan. Jika semangat saling memaafkan dan memperbaiki diri ini dibawa ke dalam pelayanan publik, saya yakin Jember akan jauh lebih maju. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Pemkab Jember atas terselenggaranya acara ini," tutur bupati.

Agenda Kupatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang menyajikan hidangan khas ketupat, melambangkan bersihnya hati para abdi negara dalam memulai lembaran kerja baru untuk kesejahteraan masyarakat Jember. (fzr)

Galeri Foto