Menara Air Pasar Tanjung Diusulkan Menjadi Cagar Budaya
- 20 Agustus 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Menara Air Pasar Tanjung Diusulkan Menjadi Cagar Budaya
JEMBER, 20 AGUSTUS 2026 - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jember, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, dan bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata melakukan visitasi dan kajian penetapan Cagar Budaya pada Selasa, 18 Agustus 2026. Objek pertama yang dikunjungi adalah Menara Air Pasar Tanjung atau biasa disebut dengan Watertoren.
Kegiatan visitasi ini menjadi bagian penting dalam proses kajian penetapan cagar budaya. Tim melakukan pengamatan secara langsung terhadap kondisi fisik Menara Air, sekaligus menghimpun berbagai data yang diperlukan untuk mendukung proses kajian. Dalam pelaksanaannya, objek diamati secara lebih mendalam melalui pengamatan, dokumentasi, serta pencatatan terhadap karakteristik bangunan. Data tersebut menjadi bahan untuk memahami bentuk, struktur, usia, fungsi, dan kondisi Menara Air secara lebih komprehensif.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos., mengatakan Menara Air Pasar Tanjung layak diusulkan menjadi cagar budaya.
“Menara Air Pasar Tanjung telah lama menjadi ikon budaya Kabupaten Jember sehingga kami usulkan kepada TACB agar ditinjau dan dikaji, supaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya.” ujarnya.
Menara Air yang selesai dibangun pada tahun 1932 ini merupakan bangunan kolonial yang masih asli dan belum pernah dilakukan pemugaran. Hanya ada penggantian mesin hidrolik yang disesuaikan kebutuhan penyaluran air minum. Agung menilai, penetapan Menara Air Pasar Tanjung menjadi cagar budaya ini juga menjadi momentum langkah strategis pelestarian cagar budaya selanjutnya. Sebab pada akhir tahun ini, kawasan Pasar Tanjung yang di dalamnya terdapat Menara Air (Watertoren) akan dilakukan revitalisasi, yang juga akan berdampak pada revitalisasi bangunan Watertoren.
“Harapannya, dengan adanya usulan menjadi cagar budaya ini dapat melindungi kelestarian bangunan Watertoren, sekaligus menjadi panduan dan petunjuk bagi tim revitalisasi mana saja bagian yang harus dipertahankan dan yang bisa diperbaiki.” terangnya.
Menara Air ini juga sering menjadi kunjungan dari wisatawan Eropa saat mereka berkunjung ke Jember. Bila penetapan Menara Air menjadi Cagar Budaya dan revitalisasi berjalan dengan baik, bukan hanya pelindungan cagar budaya yang berhasil, tetapi juga pemanfaatan dan pengembangan bangunan ini menjadi daya tarik pariwisata. (af)