logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Mangli

Menjemput Hak yang Terlupa: Langkah Nyata Kelurahan Mangli untuk Rohmatullah

  • 06 Februari 2026
  • Dibaca 266 Kali
Bagikan Via:
menjemput-hak-yang-terlupa-langkah-nyata-kelurahan-mangli-untuk-rohmatullah-20260206

Menjemput Hak yang Terlupa: Langkah Nyata Kelurahan Mangli untuk Rohmatullah

Siang itu, Rabu (4/2/2026), jarum jam menunjukkan pukul 13.00 WIB. Saat matahari sedang terik-teriknya menyinari wilayah Kelurahan Mangli, sebuah mobil dinas tampak berhenti di depan sebuah rumah sederhana. Bukan kunjungan biasa, kehadiran para petugas siang itu membawa sebuah misi kemanusiaan yang sangat mendasar: memenuhi hak identitas bagi mereka yang selama ini sulit terjangkau.

Di dalam rumah tersebut, tinggal seorang pria bernama Rohmatullah. Ia adalah salah satu warga Kelurahan Mangli yang menyandang disabilitas mental. Selama ini, Rohmatullah hidup tanpa memiliki KTP elektronik (e-KTP). Bagi sebagian besar orang, selembar kartu plastik itu mungkin hanya pengisi dompet, namun bagi Rohmatullah, ketiadaan identitas ini adalah penghalang besar untuk mendapatkan perhatian lebih dari negara.

Sinergi Tanpa Sekat Menyadari pentingnya hal tersebut, pihak Kelurahan Mangli tidak tinggal diam. Kasi PMKS (Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial), Ibu Sri Astutik, bersama staf PMKS, Denis Ekawatie, bergerak cepat. Mereka tidak menunggu bola, melainkan menjemput bola dengan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember untuk melakukan perekaman langsung di lokasi atau door-to-door.

Langkah ini diambil karena kondisi kesehatan mental Rohmatullah yang tidak memungkinkan baginya untuk datang secara mandiri ke kantor kecamatan atau dinas terkait. Dengan kesabaran tinggi, tim dari Disdukcapil menyiapkan peralatan rekam sidik jari dan iris mata di ruang tamu rumah Rohmatullah. Ibu Sri Astutik dan Denis Ekawatie tampak mendampingi dengan hangat, memastikan bahwa proses berjalan lancar tanpa membuat Rohmatullah merasa cemas atau tertekan.

Lebih dari Sekadar Identitas Fokus utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar menuntaskan tugas administratif. Ada harapan besar di balik suksesnya perekaman e-KTP ini. Selama ini, berbagai program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah seringkali terkendala oleh syarat administrasi kependudukan yang ketat. Tanpa NIK yang tervalidasi, warga seperti Rohmatullah akan terus terpinggirkan dari akses bantuan kesehatan maupun bantuan tunai yang seharusnya menjadi haknya.

"Negara harus hadir untuk semua warga tanpa terkecuali, apalagi bagi mereka yang memiliki keterbatasan," ungkap Denis salah satu tim di lapangan. Dengan tuntasnya proses perekaman ini, jalan bagi Rohmatullah untuk masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi terbuka lebar. Hal ini berarti, akses terhadap layanan kesehatan gratis, bantuan pangan, dan perlindungan sosial lainnya kini sudah berada dalam jangkauan tangannya.

Menutup Celah Ketimpangan Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Mangli ini menjadi bukti nyata bahwa birokrasi bisa bekerja dengan hati. Perekaman e-KTP bagi penyandang disabilitas mental adalah langkah kecil yang berdampak besar pada martabat seseorang sebagai warga negara. Ketika data identitas sudah di tangan, bantuan sosial bukan lagi sekadar janji, melainkan bantuan nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya untuk kelangsungan hidup Rohmatullah ke depan.

Semangat inklusivitas yang ditunjukkan oleh Ibu Sri Astutik, Denis Ekawatie, dan tim Disdukcapil di Kelurahan Mangli siang itu memberikan pesan kuat kepada kita semua: bahwa di balik deretan angka kependudukan, ada nyawa dan masa depan yang harus terus diperjuangkan bersama-sama.

Galeri Foto