Menuju Pesantren Mandiri Kesehatan, Puskesmas Kalisat Perkuat Peran Santri
- 04 Oktober 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Menuju Pesantren Mandiri Kesehatan, Puskesmas Kalisat Perkuat Peran Santri
JEMBER, 04 OKTOBER 2026 – Kemandirian kesehatan di lingkungan pesantren dibangun tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga dengan memperkuat kemampuan warga pesantren untuk mengenali, mencegah, dan menyebarluaskan pengetahuan kesehatan. Semangat inilah yang didorong Puskesmas Kalisat bersama Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember melalui pembinaan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kecamatan Kalisat pada hari Sabtu, 03 Oktober 2026.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran santri dalam mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat. Melalui Unit Kesehatan Pesantren (UKTren) dan Santri Husada, para santri dibekali pengetahuan kesehatan agar mampu mengambil bagian dalam upaya kesehatan di lingkungan tempat mereka belajar dan tinggal.
Perwakilan Dinas Kesehatan PPKB Jember, Triyaningsih, S.KM.,M.Kes., mengatakan keterlibatan santri menjadi salah satu kunci untuk membangun kemandirian kesehatan pesantren. Pengetahuan yang diberikan tenaga kesehatan diharapkan dapat berkembang menjadi kemampuan santri untuk mengajak dan mengedukasi lingkungan sekitarnya.
“Puskesmas akan mendampingi adik-adik Santri Husada melalui pembekalan kesehatan. Harapannya, pengetahuan yang mereka dapatkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi menjadi bekal untuk menggerakkan teman-temannya dan membangun kesadaran kesehatan di lingkungan pesantren,” ujar Triyaningsih.
Menurutnya, keberadaan kader kesehatan dari kalangan santri dapat memperkuat upaya promotif dan preventif di lingkungan pesantren. Santri yang berada di tengah komunitasnya setiap hari memiliki ruang yang luas untuk menjadi contoh sekaligus menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara sederhana dan dekat dengan keseharian teman sebaya.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi, menyambut baik pembinaan tersebut. Ia berharap dukungan Puskesmas dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga Santri Husada semakin siap menjalankan perannya.
“Mari kita wujudkan lingkungan pesantren yang sehat, warga pesantren yang sehat jasmani dan rohani, lingkungan yang sehat, serta akhlak yang baik. Kami berharap pendampingan dari Puskesmas terus berlanjut agar Santri Husada dapat berkembang dan menjalankan perannya dengan baik,” tuturnya.
Ke depan, penguatan peran santri diharapkan menjadi bagian dari proses menuju pesantren yang semakin mandiri dalam menjaga kesehatan. Kolaborasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan PPKB, dan pesantren menjadi fondasi agar upaya kesehatan tidak hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi tumbuh menjadi budaya yang dijaga bersama oleh seluruh warga pesantren. (ken)