Menyulap Wajah Pinggiran, Misi Wujudkan "Surga Durian" di Tugusari
- 16 Maret 2026
- Dibaca 186 Kali
Bagikan Via:
Menyulap Wajah Pinggiran, Misi Wujudkan "Surga Durian" di Tugusari
JEMBER, 16 MARET 2026 - Geliat pembangunan di pelosok Jember mulai menemukan titik terang. Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, kini tengah bersiap bertransformasi menjadi magnet wisata baru. Hal ini terungkap dalam agenda reses perdana Wakil Ketua Fraksi DPRD Jember, Haji Muhammad Hasan Basuki, S.H., yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026.
Bukan sekadar seremonial, kehadiran legislator ini menjadi harapan bagi Pemerintah Desa Tugusari yang sedang ambisius memoles potensi alamnya. Infrastruktur jalan menjadi "kunci" utama yang dititipkan warga agar ekonomi desa tidak lagi terisolasi.
Dalam dialog hangat bersama warga, Hasan Basuki menegaskan komitmennya bahwa pemerataan infrastruktur di wilayah pinggiran tetap menjadi prioritas utama legislatif tahun ini. Baginya, jalan yang mulus adalah urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
"Kita tampung semua aspirasi, namun tahun ini masih fokus ke infrastruktur. Terutama daerah pinggiran seperti Tugusari yang sangat membutuhkan. Dari total jalan sepanjang 20 km, Alhamdulillah berkat kerja sama dengan Pak Kades, tinggal sekitar 2 km lagi yang belum tersambung sepenuhnya sejak zaman kemerdekaan," ujar Hasan.
Langkah selanjutnya, aspirasi ini akan dikawal ketat melalui pembahasan anggaran fraksi untuk segera dieksekusi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kepala Desa Tugusari, Akhmat Khoiri, memaparkan visi besar desanya yang terbagi dalam tiga zona wisata unggulan. Pertama Alun-Alun Modern di Dusun Andongsari yang ditargetkan menjadi pusat keramaian berbasis aset desa yang dilengkapi fasilitas waterboom.
Selanjutnya, Agrowisata Sumber Pelangi di Dusun Sumber Canting. Kawasan ini direncanakan menjadi ruang edukasi pertanian dengan koleksi durian dan alpukat. Terakhir, Sentra Durian di Dusun Perkebunan. Targetnya, terbangun kolaborasi lahan 30 hektare bersama Jawatama untuk menciptakan pusat durian terbesar.
"Kami ingin menjadi Wisata Durian yang sesungguhnya, di mana wisatawan bisa melihat pohonnya langsung, bukan hanya membeli buahnya saja," jelasnya, optimistis.
Meski konsep sudah matang di atas kertas, realita di lapangan masih terkendala akses. Akhmat Khoiri mengakui bahwa tanpa dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten dan Bupati Jember, Muhammad Fawait, impian menjadikan Tugusari sebagai pilot project desa wisata akan sulit terakselerasi.
Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan mampu mengikis hambatan aksesibilitas ini. Targetnya jelas: menghidupkan UMKM lokal dan membuka lapangan kerja bagi pemuda desa melalui sektor pariwisata.
"Tanpa dorongan dan dukungan dari Gus Bupati, konsep besar ini tidak akan tercapai. Kami optimis, dengan sinergi antara anggota dewan dan pemerintah daerah, Tugusari akan semakin maju dan mampu menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari UMKM hingga penyerapan tenaga kerja pemuda desa," tutupnya. (gil)