Merajut Aspirasi dalam Hangatnya Silaturahmi: Catatan Musrenbangkel Mangli untuk Tahun 2027
- 10 Februari 2026
- Dibaca 297 Kali
Bagikan Via:
Merajut Aspirasi dalam Hangatnya Silaturahmi: Catatan Musrenbangkel Mangli untuk Tahun 2027
PPID.JEMBER — Minggu malam, 8 Februari 2026, jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB. Di saat sebagian warga mulai beristirahat dari aktivitas akhir pekan, Pendopo Kelurahan Mangli justru tampak terang benderang. Suasana hangat nan akrab menyelimuti ruangan tersebut. Bukan sekadar pertemuan biasa, malam itu seluruh elemen penting kelurahan berkumpul dalam satu meja untuk merancang masa depan wilayah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh seluruh perangkat Kelurahan Mangli, Koordinator Lingkungan, Ketua RT, hingga Ketua RW. Kehadiran para pemimpin di tingkat akar rumput ini menjadi bukti bahwa pembangunan Mangli tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus berangkat dari suara langsung masyarakat. Turut hadir pula tamu istimewa, yakni Kepala UPTD Puskesmas Mangli, dr. Vivi Agus Setya Ningrum, yang memberikan perspektif penting dari sisi kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya yang penuh apresiasi, Lurah Mangli, M. Musthabiq Dzikril Malik, menekankan bahwa musyawarah ini adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Beliau menjelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa Musrenbang memiliki jenjang yang saling berkaitan. Hasil dari diskusi malam itu akan diteruskan ke tingkat kecamatan, hingga akhirnya bermuara di Musrenbang tingkat kabupaten.
"Nanti Musrenbang ini ada jenjangnya. Setelah Musrenbangkel, hasilnya akan diteruskan ke tahapan tingkat kecamatan. Setelah dari kecamatan, baru nanti akan dimusrenbangkan tingkat kabupaten. Dan ini nanti semua Lurah, Camat hadir. Nah, di situlah nanti akan ditentukan mana yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2027," papar Lurah Musthabiq di hadapan para hadirin. Beliau juga mengingatkan bahwa semua usulan ini nantinya akan terekam dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang kini di bawah kendali Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah).
Fokus diskusi malam itu mengerucut pada dua pilar utama dengan pagu anggaran mencapai 500 juta rupiah untuk Kelurahan Mangli. Prioritas pertama, dengan alokasi 375 juta rupiah, diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik lingkungan seperti pavingisasi jalan, perbaikan drainase, hingga pembangunan jembatan. Sementara prioritas kedua, senilai 125 juta rupiah, difokuskan pada pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga saat malam hari.
Lurah Mangli mengungkapkan rasa syukurnya karena usulan yang masuk dari para Ketua RT dan RW telah melampaui batas pagu anggaran. Hal ini menunjukkan antusiasme warga yang tinggi dalam membangun lingkungannya sendiri. Beliau juga memberikan pengertian bahwa jika ada usulan yang belum terakomodir melalui Musrenbang, masih ada jalur lain seperti aspirasi melalui anggota DPRD.
Tak hanya soal fisik bangunan, Musrenbang kali ini juga menaruh perhatian besar pada kualitas hidup manusia. Kepala UPTD Puskesmas Mangli, dr. Vivi Agus Setya Ningrum, memaparkan program strategis Bupati terkait "Gerakan 1200 Nakes". Program ini merupakan langkah besar untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting di wilayah Mangli.
"Kita ini punya sasaran ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, kemudian calon pengantin, balita, dan balita stunting. Nah, itu nanti akan kita dampingi kesehatannya oleh teman-teman nakes di Puskesmas maupun di jejaring," ujar dr. Vivi dengan tegas namun ramah. Pesan ini menjadi pengingat bagi para Ketua RT dan RW agar senantiasa memantau kondisi kesehatan warga di lingkungan masing-masing untuk dilaporkan kepada pihak Puskesmas.
Di balik diskusi serius mengenai anggaran dan kebijakan, momen ini juga dimanfaatkan oleh Lurah Musthabiq untuk mempererat tali silaturahmi. Sebagai pejabat yang baru bertugas di Mangli, beliau menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan diri beserta jajaran pimpinan lainnya, termasuk Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, yang juga turut hadir mendampingi. Beliau memohon maaf jika pertemuan semacam ini sempat tertunda karena keterbatasan anggaran di masa transisi, namun kini beliau berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi bagi warga.
Setelah pemaparan panjang yang informatif, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Berbagai masukan, mulai dari usulan gerobak sampah hingga teknis pembangunan drainase, dibahas secara terbuka. Malam itu pun ditutup dengan ramah tamah yang santai, mencairkan segala ketegangan diskusi menjadi tawa dan obrolan ringan. Melalui Musrenbang ini, Kelurahan Mangli telah meletakkan pondasi harapan untuk tahun 2027—sebuah harapan yang dibangun di atas fondasi gotong royong dan transparansi informasi.