Sedia Selang Sebelum Asap, Cara Damkar Jinakkan Potensi Horor di Rumah Sakit
- 09 Juli 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Sedia Selang Sebelum Asap, Cara Damkar Jinakkan Potensi Horor di Rumah Sakit
JEMBER, 09 JULI 2026 – Rumah sakit adalah tempat bertaruh nyawa. Di sana ada pasien yang tak berdaya, alat medis bernilai miliaran rupiah, hingga tabung oksigen yang sensitif. Sekali api berkobar, taruhannya terlalu mahal.
Sadar akan risiko horor itu, UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember tidak mau berpangku tangan menunggu panggilan darurat. Mereka menjemput bola.
Kamis 09 Juli 2026, pasukan berseragam biru itu "menyerbu" Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Tapi, mereka datang bukan untuk memadamkan kebakaran besar. Melainkan untuk menularkan ilmu jitu menjinakkan si jago merah kepada ratusan karyawan, mulai dari dokter, perawat, petugas administrasi, hingga satpam.
"Rumah sakit ini objek vital. Penanganannya tidak boleh gagap. Detik-detik awal sebelum armada kami tiba di lokasi adalah kunci keselamatan," tegas Kepala UPT Damkar Jember, Ahmad Sidiq, S.Sos., M.Si.
Sidiq tidak mau pelatihan ini sekadar jadi ajang seremonial atau foto-foto belaka. Dia ingin semua peserta pulang membawa keterampilan nyata. Karena itu, setelah disuapi teori singkat di kelas, para karyawan langsung digiring ke lapangan. Berhadapan langsung dengan api.
Simulasi dibuat mirip kondisi aslinya. Ketegangan sempat terasa saat api mulai berkobar dari sebuah drum. Satu per satu perawat dan tenaga kesehatan maju. Tangan mereka yang biasa memegang jarum suntik dan stetoskop, kini harus mantap menggenggam Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Instruktur Damkar mengawal ketat. "Cabut pinnya, arahkan ke pangkal api, tekan tuas, lalu sapu merata. Jangan panik!" seru seorang instruktur memberi instruksi di lapangan. Wuss! Dalam hitungan detik, api pun padam. Tepuk tangan riuh pecah.
Tak berhenti di situ, tensi simulasi dinaikkan. Peserta diajari cara ekstrem tapi aman: menjinakkan kebocoran tabung gas yang menyemburkan api. Tanpa ragu, beberapa karyawan mempraktikkan teknik menutup sumber bocor menggunakan jari dan kain basah. Nyali mereka diuji.
Menu penutup pelatihan ini terbilang berat: mengoperasikan hidran gedung. Ini bukan perkara mudah. Tekanan air hidran sangat besar. Jika salah kuda-kuda, petugas bisa terjungkal. Di bawah bimbingan personel Damkar, para karyawan belajar menggelar selang, mengunci kopling, dan menahan semprotan air secara beregu.
Bagi Damkar Jember, edukasi masif seperti ini adalah investasi keselamatan jangka panjang. PR besar Damkar bukan lagi sekadar seberapa cepat mereka memadamkan api yang sudah membesar, melainkan seberapa tangguh masyarakat mampu mencegah api itu tumbuh.
"Kami akan terus keliling ke instansi lain. Kita bangun budaya tanggap bencana bersama. Targetnya jelas: mitigasi total, korban nihil," pungkas Sidiq optimistis. (luq)