Monitoring Intensif Pemerintah Kecamatan Panti dalam Pencarian Kakak Beradik di Pantai Payangan
- 02 Juni 2026
- Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
Monitoring Intensif Pemerintah Kecamatan Panti dalam Pencarian Kakak Beradik di Pantai Payangan
JEMBER – Suasana duka menyelimuti Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, menyusul kabar hilangnya dua warga yang merupakan kakak beradik akibat terseret arus di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Kecamatan Panti bergerak cepat melakukan monitoring dan koordinasi melekat dengan tim Search and Rescue (SAR) gabungan guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal.
Camat Panti Hendra Kusuma beserta jajaran Forkopimca (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) terus memantau perkembangan di lapangan sejak laporan pertama diterima. Kehadiran pihak kecamatan di lokasi kejadian maupun di rumah duka menjadi bentuk dukungan moril bagi keluarga korban yang kini tengah dirundung kecemasan mendalam.
Insiden ini bermula saat kedua korban sedang melakukan aktivitas di area pantai yang dikenal memiliki karakteristik ombak yang ganas dan arus bawah laut yang kuat. Keduanya beraktivitas di bibir panai kemudian berjalan agak ketengah. Naas tiba-tiba ombak menyeret kakak beradik tersebut. Pantai Payangan, meski menawarkan keindahan panorama bukit dan pasir hitamnya, memang kerap menjadi lokasi terjadinya laka laut jika pengunjung kurang waspada terhadap zona berbahaya.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud Polres Jember, relawan Rimba Laut, serta potensi SAR setempat, telah mengerahkan berbagai alutsista. Monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Panti mencakup:
Camat Panti Hendra Kusuma, S.Sos, M.M dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bersiaga hingga kedua korban ditemukan. "Kami dari pihak kecamatan merasakan duka yang sangat mendalam. Fokus utama kami saat ini adalah memantau setiap jengkal proses pencarian yang dilakukan oleh tim ahli di laut. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga Panti yang ingin berwisata ke wilayah pesisir selatan untuk selalu mematuhi rambu-rambu larangan berenang," ujarnya.
Pencarian di Pantai Payangan memiliki tantangan tersendiri. Selain faktor cuaca yang sering berubah mendadak, keberadaan palung laut di sekitar area tebing dan bebatuan karang menyulitkan pergerakan perahu karet maupun penyelam. Monitoring ini menjadi krusial agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan satu pintu, guna menghindari simpang siur berita di media sosial.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat luas. Pemerintah Kecamatan Panti berencana untuk meningkatkan sosialisasi keselamatan wisata kepada warganya, terutama saat musim libur sekolah atau hari besar. Kesadaran akan bahaya "Rip Current" atau arus balik di pantai selatan Jember harus dipahami oleh setiap wisatawan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih melakukan penyisiran baik melalui jalur laut menggunakan perahu jukung maupun penyisiran darat di sepanjang garis pantai. Pemerintah Kecamatan Panti terus memanjatkan doa bersama warga agar proses evakuasi segera membuahkan hasil dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.(Jha)