Mujahadah Santri untuk Negeri, MWC NU Mayang dan Muspika Mayang Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 50 Kali
Bagikan Via:
Mujahadah Santri untuk Negeri, MWC NU Mayang dan Muspika Mayang Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 – Semangat perjuangan santri tidak berhenti pada sejarah. Nilai keikhlasan, persatuan, dan cinta Tanah Air harus terus hidup sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan Mujahadah Santri untuk Negeri yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Mayang bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Mayang untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan tersebut digelar di halaman Kantor MWC NU Mayang pada Rabu, 21 Oktober 2026, mulai pukul 18.00 WIB. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, mengenang perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam merawat persatuan dan kesatuan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Mayang Najmul Huda, Kapolsek Mayang Aiptu Dian Eko, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mayang H. Sopi'i, S.Ag., Ketua MWC NU Mayang H. Saiful Rival, panitia penyelenggara, para ulama dan tokoh masyarakat, serta para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Kecamatan Mayang.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan tim hadrah Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang melantunkan selawat dan menghadirkan suasana religius. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara, Hj. Badriah Hanum, dilanjutkan dengan tausiah pembuka, pembacaan Surah Al-Fatihah, dan istigasah yang dipimpin Ustaz H. Efan Muarifin.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh hadirin mengikuti doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, serta Mars Santri dengan penuh semangat. Perpaduan nuansa religius dan nasionalisme tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap agama dan Tanah Air dapat berjalan beriringan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan. Sementara itu, Ketua MWC NU Mayang H. Saiful Rival menekankan pentingnya persatuan serta peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa.
Apresiasi juga disampaikan Kepala KUA Mayang H. Sopi'i, S.Ag. Ia menyambut baik kegiatan yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan tersebut.
Camat Mayang Najmul Huda dalam sambutannya mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk meneruskan perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa.
“Hadirin sekalian, kegiatan malam ini bukan sekadar pertemuan dan seremonial semata. Lebih dari itu, kita berkumpul di sini untuk mendoakan para kiai, para ulama, dan para pendahulu kita yang telah berjuang, berkorban, dan meletakkan fondasi kuat bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita terus bersemangat dan berjuang meneruskan perjuangan para pendahulu kita yang telah bersusah payah membela dan menjaga NKRI,” tuturnya.
Selain menekankan pentingnya menjaga warisan perjuangan para pendahulu, Najmul Huda juga memperkenalkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember yang digagas Bupati Jember, Gus Fawait. Program tersebut meliputi Peta Cinta, Homecare, dan Mobil Cinta.
Menurutnya, program-program tersebut diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaannya agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya oleh warga Kecamatan Mayang.
“Saya juga ingin menyampaikan program-program luar biasa dari Bupati Jember, yaitu Peta Cinta, Homecare, dan Mobil Cinta. Ketiga program ini hadir untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Semoga dengan dukungan kita semua, program ini dapat berjalan lancar dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat di Kecamatan Mayang pada khususnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah utama sekaligus refleksi Hari Santri Nasional 2026 yang kembali disampaikan Ustaz H. Efan Muarifin. Dalam tausiah tersebut, para santri diajak untuk senantiasa menjaga akhlak, memperdalam ilmu pengetahuan, serta berperan aktif dalam menciptakan kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz H. Moch. Syukri, kemudian dilanjutkan dengan penampilan selawat dari tim hadrah.
Melalui Mujahadah Santri untuk Negeri, MWC NU Mayang bersama unsur Muspika Mayang berharap semangat perjuangan santri terus menyala, tidak hanya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat persaudaraan, merawat kebinekaan, dan mempertahankan keutuhan bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional pun menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam perjalanan Indonesia: menjaga akhlak, menebarkan kedamaian, serta merawat persatuan demi masa depan negeri. (ryo)