Sosialisasi Pemeringkatan BUMDes 2026 di Arjasa, Dorong Profesionalisme dan Daya Saing Desa
- 07 April 2026
- Dibaca 706 Kali
Bagikan Via:
Sosialisasi Pemeringkatan BUMDes 2026 di Arjasa, Dorong Profesionalisme dan Daya Saing Desa
JEMBER, 07 APRIL 2026 – Kecamatan Arjasa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan ekonomi desa melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 07 April 2026 dengan penuh antusiasme dan dihadiri oleh seluruh Direktur BUMDes se-Kecamatan Arjasa, serta menghadirkan pendamping desa sebagai narasumber utama. Acara ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Arjasa, Satriyo, S.Pd.
Bertempat di aula kecamatan yang dipenuhi oleh para peserta, suasana kegiatan berlangsung hangat namun tetap serius. Para direktur BUMDes tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta pemahaman mereka terkait pemeringkatan BUMDes yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi sangat penting mengingat peran strategis BUMDes dalam mendukung perekonomian desa. BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian desa. Oleh karena itu, pemeringkatan BUMDes menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur kinerja, transparansi, serta keberlanjutan usaha yang dijalankan.
Dalam sambutannya, Sekcam Arjasa, Satriyo, S.Pd., menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan BUMDes. Ia menyampaikan bahwa pemeringkatan bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan tata kelola BUMDes.
“Pemeringkatan BUMDes ini bukan hanya untuk menentukan mana yang terbaik, tetapi menjadi alat evaluasi bersama agar seluruh BUMDes di Kecamatan Arjasa dapat terus berkembang, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Satriyo.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh direktur BUMDes untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola organisasi, meningkatkan inovasi usaha, serta memperkuat kolaborasi antar desa.
“Saya berharap seluruh pengelola BUMDes tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada manfaat sosial yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes dapat menjadi tulang punggung ekonomi desa,” tambahnya.
Para peserta tampak aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak di antara mereka yang menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, minimnya inovasi usaha, hingga tantangan dalam pemasaran produk.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antar pengelola BUMDes. Para direktur saling bertukar informasi mengenai strategi usaha yang telah mereka jalankan, termasuk berbagai inovasi yang berhasil meningkatkan pendapatan BUMDes.
Beberapa BUMDes bahkan telah berhasil mengembangkan unit usaha yang cukup maju, seperti pengelolaan wisata desa, perdagangan hasil pertanian, hingga layanan jasa keuangan mikro. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BUMDes lainnya untuk terus berinovasi.
Dalam konteks pembangunan desa, keberadaan BUMDes memang memiliki peran yang sangat vital. Tidak hanya sebagai sumber pendapatan asli desa (PADes), BUMDes juga berpeluang mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (aza)