logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Lojejer

Tak Dikenal, Tapi Diselamatkan! Puskesmas Lojejer Bantu Pasien Stroke Tanpa Identitas dengan Digitalisasi Layanan

  • 28 April 2026
  • Dibaca 171 Kali
Bagikan Via:
tak-dikenal-tapi-diselamatkan-puskesmas-lojejer-bantu-pasien-stroke-tanpa-identitas-dengan-digitalisasi-layanan-20260507

Tak Dikenal, Tapi Diselamatkan! Puskesmas Lojejer Bantu Pasien Stroke Tanpa Identitas dengan Digitalisasi Layanan

Lojejer, Jember — Seorang pasien dengan kondisi Cerebrovascular Event (CVE) atau stroke ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri tanpa identitas di wilayah Lojejer. Kondisi pasien yang sebatang kara dan tidak memiliki dokumen apa pun sempat menjadi kendala dalam proses penanganan medis lanjutan.

Pasien pertama kali ditangani oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Lojejer. Namun, di tengah upaya penanganan tersebut, muncul kendala administratif karena pasien tidak memiliki identitas sama sekali. Hal ini menjadi hambatan dalam proses rujukan ke rumah sakit, yang umumnya memerlukan data identitas dan jaminan pembiayaan kesehatan.

Melihat kondisi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, petugas segera melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Lojejer serta pihak Kecamatan Wuluhan.

Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk membantu proses pembuatan identitas pasien, yang menjadi syarat penting dalam sistem rujukan dan pelayanan kesehatan lanjutan. Meski dalam kondisi darurat, proses administrasi tetap harus dipenuhi agar pasien dapat dirujuk secara resmi.

Berkat kerja sama yang cepat antara tenaga kesehatan, perangkat desa, dan pihak kecamatan, proses pembuatan identitas pasien dapat dilakukan dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, pengaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan juga langsung diproses sehingga pasien dapat memperoleh jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan.

Setelah identitas dan status kepesertaan BPJS aktif dengan fasilitas kesehatan terdaftar di Lojejer, pasien segera dirujuk ke RS Soebandi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Langkah cepat ini menjadi contoh nyata sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah setempat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk bagi mereka yang tidak memiliki identitas sekalipun.

Kasus ini menunjukkan bahwa akses pelayanan kesehatan tetap dapat diberikan secara maksimal melalui koordinasi yang baik antarinstansi. Kecepatan dalam penanganan administrasi menjadi faktor penting agar pasien dengan kondisi darurat dapat segera mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.

Galeri Foto