Penyerahan Honorarium Guru Ngaji Tahun 2026 Dilaksanakan Serentak di 17 Kecamatan
- 14 Maret 2026
- Dibaca 160 Kali
Bagikan Via:
Penyerahan Honorarium Guru Ngaji Tahun 2026 Dilaksanakan Serentak di 17 Kecamatan
JEMBER, 14 MARET 2026 - Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada para tokoh keagamaan dan pelayan masyarakat. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, penyerahan honorarium bagi guru ngaji muslim, guru kitab suci non-muslim, serta Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) dilaksanakan secara serentak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember.
Kegiatan penyerahan honorarium tersebut digelar di balai desa masing-masing wilayah penerima, yang tersebar di 17 kecamatan, yakni Ajung, Ambulu, Arjasa, Balung, Bangsalsari, Jenggawah, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Mayang, Patrang, Puger, Rambipuji, Sukorambi, Sukowono, Sumberjambe, dan Wuluhan. Pelaksanaan serentak ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi sekaligus memastikan seluruh penerima mendapatkan haknya secara tertib dan merata.
Sejak pagi hari, para guru ngaji, guru kitab suci non-muslim, serta P3N tampak hadir di balai desa masing-masing untuk mengikuti proses penyerahan honorarium. Kehadiran mereka mencerminkan semangat pengabdian dalam membina kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di tingkat desa.
Para guru ngaji selama ini memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda agar memahami ajaran agama, membaca Al-Qur’an, serta menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak. Demikian pula para guru kitab suci non-muslim yang berperan dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada umatnya, serta P3N yang membantu masyarakat dalam urusan administrasi pernikahan di tingkat desa.
Dengan adanya penyerahan honorarium ini, diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang selama ini telah meluangkan waktu dan tenaga untuk melayani masyarakat.
Salah satu penerima honorarium, Mokh. Hadi Sulton, seorang guru ngaji, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada para pengajar agama di desa.
“Saya sangat bersyukur atas honorarium yang diberikan ini. Bagi kami para guru ngaji, ini bukan hanya soal bantuan secara materi, tetapi juga bentuk penghargaan atas usaha kami dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan masyarakat. Semoga ke depan perhatian seperti ini terus berlanjut sehingga kami semakin semangat dalam mendidik generasi yang berakhlak baik,” ujarnya.
Ia juga berharap agar generasi muda semakin tertarik untuk belajar agama dan mendalami nilai-nilai moral yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Menurutnya, pendidikan agama sejak dini merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkarakter.
Pelaksanaan penyerahan honorarium yang dilakukan secara serentak di berbagai kecamatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Aparat desa turut membantu proses administrasi agar para penerima dapat memperoleh haknya dengan mudah.
Program pemberian honorarium ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan terhadap para tokoh keagamaan dan petugas yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan adanya perhatian tersebut, para penerima diharapkan semakin termotivasi untuk terus mengabdi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa peran para pengajar agama dan petugas pelayanan masyarakat tetap mendapat tempat penting dalam pembangunan sosial di daerah. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kerukunan, serta keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat. (zee)